Toyota Kembangkan Kendaraan Otonom Dengan Menggandeng 2 Robot Dari Google

Sudah lama, terhitung dari beberapa tahun terakhir perusahaan Google yakni Aphabet telah memberikan perhatian yang lebih pada proyek kendaraan tanpa sopir atau kendaraan otonom. Nah hal ini membuat divisi robotic miliknya yakni Boston Dynamic menjadi sedikit terabaikan oleh perusahaan.

Namun nampaknya hal tersebut justru malah menjadi peluang yang sangat bagus bagi Toyota. Sebuah produsen mobil asal Jepang ini telah mengambil alih divisi tersebut melalui Toyota Research Institute. Dan bahkan, menurut kabar yang telah beredar mengatakan bahwa bukan hanya Boston Dynamic saja, namun melainkan Toyota juga melirik perusahaan robotic Google di Jepang, yakni Schaft. Dan kabarnya, selangkah lagi Toyota akan mencapai kesepakatan untuk mengakuisis keduanya.

Hal tersebut pastinya menjadi salah satu kabar yang sangat bagus bagi Toyota untuk memulai pengembangan produk kendaraan tanpa sopir atau kendaraan otonom dengan lebih maksimal lagi.

Bahkan dari kabar yang telah beredar mengatakan bahwa untuk kesepakatan ini Toyota Research Institute telah menyiapkan gelontoran dana sebesar USD 1 Miliar. Maka dengan dana sebesar itu, Toyota sangat berharap kedua perusahaan akan bisa menjadi miliknya.

Sedangkan Toyota Research Institute sendiri, sudah berdiri sejak bulan November 2015 lalu dan mengambil focus pada pengembangan A1, robot dan juga teknologi dari mobil otonom. Dan perusahaan resmi membuka fasilitasnya di Silicon Valey, Amerika Serikat sejak bulan Januari 2016 kemarin.

Meski pada awal pekan ini, ada kabar juga yang mengatakan bahwa Tech Insider juga memberikan laporan bahwa dari tim specialis kendaraan otonom, yakni Jaybridge Robotics yang bergabung pada bulan Maret lalu. Hal ini juga semakin menjadi penegasan yang cukup keras bagi Toyota agar segera merealisasikan mobil otonomnya pada tahun 2020 mendatang.

Dan apabila nantinya kendaraan otonom dari Toyota ini terealisasi, maka kemungkinan akan menjadi mobil tanpa sopir yang paling canggihb karena memang kombinasi yang dilakukan dalam pengembangannya juga menggandeng perusahaan yang menjadi populer mobil otonom itu sendiri, yakni adalah Google.

Apabila memperhatikan dari produsen-produsen lain, nampaknya memang generasi kendaraan masa depan akan segera terbentuk. Dalam jangka waktu 4 tahun atau 5 tahun lagi, kemungkinan kendaraan jenis ini akan menjadi salah satu trend kendaraan yang umum digunakan olah masyarakat di jalanan.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.