Tips Perawatan Ban Mobil Agar Nyaman Dikendarai

Salah satu faktor kenyamanan dalam mengendarai mobil adalah kondisi ban yang memadai. Jangan anggap remeh kondisi ban yang mulai aus atau tekanan anginnya yang mulai berkurang. Selain mengurangi kenyamanan dan meningkatkan konsumsi bahan bakar, ban yang aus atau kurangnya tekanan angin ban berpotensi menyebabkan kecelakaan. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat pernah merilis informasi, lebih dari 400 kematian, 11.000 orang cedera, dan lebih dari 78.000 kecelakaan terjadi setiap tahun karena pecah ban atau tekanan angin ban yang tidak sesuai.

Ban merupakan komponen yang vital bagi mobil karena bagian inilah yang langsung bersinggungan dengan jalan. Oleh karena itu, kondisi ban penting untuk Anda perhatikan agar keselamatan dan kenyamanan berkendara tetap terjaga. Di bawah ini beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk menghindari pecah ban dan tekanan angin ban yang tidak tepat.

• Cek tekanan angin secara berkala, lakukan minimal sebulan sekali. Jangan biarkan ban kurang angin atau kempes karena akan menghasilkan lebih banyak gesekan, menyebabkan panas yang berlebihan, dan mengakibatkan ban pecah. Sesuaikan tekanan angin ban dengan standar yang dianjurkan Agen Pemegang Merk (APM) pada buku pedoman pemilik atau pada stiker yang tertera pada bagian sisi dalam panel pintu pengemudi.

• Periksa kondisi permukaan ban, lakukan bersamaan saat mengecek tekanan angin. Caranya dengan melihat indikator keausan ban atau Thread Wear Indikator (TWI). Temukan segitiga kecil yang terdapat pada dinding ban mendekati tapak ban. Setelah segitiga ditemukan, dengan melihat tapak ban searah dengan segitiga tersebut akan Anda temukan TWI pada alur tapak ban. Jika TWI ini sudah sejajar dengan tapak ban berarti saatnya mengganti ban.

• Berhati-hati mengemudi pada jalan tertentu. Pada bahu jalan atau jalan yang terdapat proyek pembangunan infrastruktur, sangat memungkinkan terdapat kerikil kecil atau benda tajam yang dapat merusak ban. Untuk menghindarinya, usahakan berjalan pelan dan berhati-hati saat melintasi jalan tersebut atau carilah alternatif jalan lain.

• Patuhi beban maksimum yang dapat diangkut oleh mobil dan ban. Beban yang berlebihan akan membuat konsumsi bahan bakar meningkat, performa mobil berkurang, dan berkurangnya kontrol pengendalian mobil. Kelebihan muatan juga bisa menyebabkan ban pecah. Perhitungkan bobot mobil, penumpang dan barang, jangan sampai melebihi beban yang dapat diangkut oleh ban. Misalnya mobil memiliki bobot 2000 kilogram dan beban maksimum ban adalah 700 kilogram untuk 1 ban, maka keempat ban mobil dapat menampung beban 2800 kilogram. Oleh karena itu jangan memasukkan beban lebih dari 800 kilogram ke dalam mobil. Selain itu perhatikan pula posisi penempatan barang. Jangan menumpuk di satu sisi tetapi sebaiknya merata pada semua sisi.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.