Tips Ganti Pelek Mobil Tanpa Mengganggu Speedometer dan Odometer

BINTANGOTOMOTIF.COM – Bagi anda yang memiliki kendaraan roda empat tentunya pasti sudah tahu bagian mana saja yang turut terpengaruh saat proses pergantian pelek berlangsung. Ya Speedometer dan Odometer memang acap kali terganggu saat tengah mengganti pelek.

Bahkan terkadang, ada sebagai yang terpaksa menggugurkan bagian garansi saat mengganti pelek. Memang benar jika pelek yang akan kita ganti menyalahi aturan alias tak sesuai dengan standar tak hanya speedometer dan odometer saja yang turut terkena imbas namun juga sisi garansi yang sudah tak lagi berlaku.

Jika anda ingin mengganti pelek yang berbeda ukuran tentunya anda harus tau rumus cara menghitungnya agar kecepatan dan kenyaman tak terganggu. Namun terkadang hal ini seringkali dihiraukan oleh para pecinta mobil modifikasi, alhasil banyak speedometer dan odometer yang cepat rusak alias tak berfungsi serta hilangnya garansi mesin.

Beberapa tips telah kami rangkum mengenai tips mengganti velg agar tak menggangun garansi, speedometer maupun odometer yang dikutip bintangotomotif.com dari Kompas.com, Senin (06/07/2015).

1. Pilih Ukuran Agar Keaman dan Kenyamanan Terjaga

Salah satu hal yang paling utama adalah memilih ukuran yang harus disesuaikan agar keamanan dan kenyamanan teta menjadi prioritas utama ketimbang penampilan mobil.

Standar utama ukuran velg untuk 2 tingkat lebih tinggi dari standar sebenarnya masih cukup ditolerir bahkan hingga 3 tingkat. Namun perhatikan kaki-kaki yang harus diperhatikan. Jika ukuran sebelumnya 14 dan akan dinaikan 15 inch harus dengan ban 185/65, begitu juga untuk 16 inch juga harus dinaikan yakni 205/55.

2. Ubah Kaki-Kaki Bagian Bawah

Demi memaksimalkan performa maupun tampilan namun tanpa harus mengorbankan garansi serta Speedometer maupun odometer anda juga turut diwajibkan mengubah kaki-kaki mobil. Paling sederhana dengan mengganti per bawaan pabrik dengan karakter yang lebih kaku ayunannya. Fungsinya, dengan beban pelek dan ban lebih besar dari standar, otomatis butuh daya kejut lebih keras.

3. Konsultasi dengan pihak Dealer maupun Bengkel

“Sebelum ganti pelek, diskusikan dulu dengan orang bengkel sehingga tahu apa saja yang harus diganti. Jangan sampai, sudah mobil enggak keren malah rugi karena harus jebol kaki-kaki.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.