Terungkap Kasus Pelanggaran Pajak, Bagaimana Nasib Subaru ???

subaru

Bintangotomotif.com – Pabrikan mobil Subaru kali ini benar – benar tersandung masalah. Setelah terungkap kasus pelanggaran pajak, spanjang tahun 2015 hingga sekarang pabrik tak ada aktivitas. Setelah pada Juli 2014 lalu di audit oleh pihak Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC). Akhirnya terungkap sudah kasus pelanggaran pajak yang dilakukan oleh Subaru senilai 1,5 triliun rupiah untuk aktivitas impor di tahu 2013 lalu. Dan yang lebih parah, pabrikan mobil asal Jepang tersebut menolak untuk membayar denda dengan skema yang diajukan yaitu dengan mencicil sebanyak dua kali. Dari permasalah tersebut kemudian aset yang berada di tujuh lokasi seperti Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Batam, Malang, Surabaya, Denpasar dan Tangerang milik Subaru disita oleh pemerintah sebagai ganti denda yang tak kunjung mereka bayar.

Setelah berjarak cukup lama, rupanya dalam perjalanannya Subaru dinyatakan menang atas kasus perdata di beberapa lokasi atas tuntutan melawan pemerintah melalui Direktorat Bea dan Cukai. Selain itu Subaru melalui PT Motor Image Indonesia (MII) juga telah memenangkan kasus di pengadilan negeri Jakarta Selatan, sehingga terkait hal itu seluruh aset yang semula disita di dealer pusat (Pondok Indah, Jakarta Selatan) diijinkan kembali untuk beroprasi kembali. Namun pada kenyataanya data dari wholesales (pabrik ke diler) menyatakan bahwa gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), sepanjang tahun 2015 lalu hingga pada dua bulan pertama tahun 2016 ini pabrik tersebut sama sekali tidak ada aktivitas penjualan satupun.

Hampir semua model yang di pasarkan di Indonesia seperti Forester, Tribeca, Outback, Exiga, BRZ, XV dan Impresa benar-benar telah di suntik mati atau dalam artian sudah dihentikan proses penjualannya. Hanya saja, nama Subaru masih tetap menjadi anggota dari Gaikindo. Jika berbicara mengenai keanggotaan Suabru di GAIKINDO, rupanya pihak Gaikindo sendiri mengaku tidak mau ikut campur untu urusan juga persoalan yang dialami Subaru. Mereka menyatakan segala yang dilakukan oleh Subaru itu merupakan hak mutlak Subaru dan Gaikindo sama sekali tak ada kaitanya karena mereka hanyalah sebuah asosiasi.

Dalam kutipannya, Johannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo dan menjabat Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) seperti yang dilansir pada halaman KompasOtomotif, Jumat (18/03/2016) mengatakan, “Kalau itu kan masalah pajak dan urusan sendiri. Kami tidak bisa membantunya. Kecuali pemerintah menghalang-halangi Subaru tanpa masalah, baru kita bisa bantu, kalau ini kan masalah yang dibuat sendiri.”

Lalu bagaimana sebenarnya kabar Subaru saat ini ? apakah pihak subaru akan menutup seluruh pabriknya yang ada di Indonesia ? Kita tunggu saja kabar selanjutnya tentang perkembangan pabrikan asal Jepang ini.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.