Rupiah Melemah, Ini Strategi Toyota Hindari Kerugian

Toyota-Avanza-Luxury-630x354

BintangOtomotif.com – Nilai tukar rupiah yang saat ini masih jauh berada di bawah dollar sangat berdampak sekali bagi para pengusaha otomotif yang ada di Indonesia. Hal ini menyebabkan beberapa perusahaan menjadi merugi karena notabennya perusahaan otomotif di Indonesia masih mengandalkan impor komponen guna untuk menunjang produknya terutama di sektor industri otomotif. Dengan kondisi rupiah yang sampai saat ini tak kunjung mengalami peningkatan tentunya sebagian perusahaan mengambil langkah baru agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Seperti yang dilakukan oelh PT Toyota Astra Motor (TAM) yang dikabarkan akan segera menaikkan harga beberapa produk andalannya dalam waktu dekat ini.
Pihak Toyota sendiri memang menyadari lemahnya nilai tukar rupiah yang saat ini sudah menembus angka Rp 14 ribu per dollar sangat memberatkan sekali, saat ini perusahaan yang berasal dari Jepang ini masih menggunakan acuan Rp 13 ribu per dolar pada harga kendaraannya. Melalui Direktur Pemasaran TAM, Rahmat Samulo pihak Toyota mengatakan bahwa pihaknya saat ini butuh penyesuaian harga karena jika tetap mempertahankan Banderol lama namun nilai tupiah terus merangkak naik maka yang menjadi korban tentu saja pihak produsen. Samulo menyadari jika Toyota menaikkan harga jual kendaraannya dalam beberapa waktu dekat ini maka dapat dipastikan juga akan berpengaruh terhadap pabrikan lainnya karena hingga kini Toyota masih menjadi yang paling laris di Indonesia sehingga para merek lain dibawahnya secara otomatis turut menaikkan harga pula. Dirinya juga menambahkan jika situasi rupiah masih terus melemah maka jalan satu – satunya untuk menghindari kerugian adalah dengan menaikkan harga produk – produk andalan mereka, meskipun untuk saat ini mereka belum tau berapa kenaikan harga yang akan diterapkan.

Toyota Indonesia juga berupaya agar kenaikan harga barunya nanti tidak terlalu memberatkan para konsumen dan untuk itulah pihaknya akan terlebih dahulu membicarakan masalah ini mulai dari para produsen dan para dealer – dealer. Banyak faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dollar ini mengalami peningkatan. Bagi perusahaan otomotif seperti Toyota hal tersebut jelas sangat berpengaruh karena beberapa komponen kendaraannya masih didatangkan secara impor dari Jepang. Jika dalam waktu dekat ini Toyota Astra Motor menaikkan harga jual produknya tentu hal tersebut sangat disayangkan sekali mengingat PT TAM sendiri baru saja meluncurkan dua produk baru yaitu Toyota Grand New Avaza dan Grand New Veloz mobil keluarga generasi terbaru tersebut memiliki selisihnya harga yang cukup jauh dibandingkan dengan Avanza model 2014 sehingga jika kembali direvisi harganya maka akan semakin meyulitkan para konsumen yang hendak membeli.

Beberapa produk yang menjadi sumber penghasilan terbesar Toyota Indonesia sepertinya juga tak luput dari kenaikan harga yang akan segera ditetapkan oleh PT TAM, beberapa produknya tersebut antara lain Toyota Agya, Yaris, Fortuner dan Toyota Rush. Padahal di bulan April silam Toyota juga sudah menaikkan harga beberapa produknya dan salah satunya yaitu Agya. Mobil LCGC yang memiliki desain elegan ini memang menjadi yang paling laris pada segmennya, namun dengan semakin turunnya kondisi rupiah terus mengalami kemerosotan memaksa kendaraan yang satu ini tidak bisa disebut sebagai kendaraan sebagai mobil murah. Sebenarnya tidak hanya Toyota Indonesia saja yang berencana untuk menaikkan harga dalam waktu dekat ini, produsen lain yang ingin segera menaikkan harga adalah PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Hal itu disampaikan sendiri oleh Davy J Tuilan selaku Deputy 4W Managing Director PT SIS yang menyebutkan bahwa setiap perusahaan otomotif memiliki strategi masing – masing dalam menghadapi permasalahan ini.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.