Penggolongan SIM C Sama Diluar Negri

Ternyata kebeijakan pemerintah mengenai pengelasifikasian SIM (surat izin mengemudi) C disambut dengan lapang dada bagi para pengendara motor besar pada umumnya. Karna diluar negripin surat izin mengemudipun juga dibeda-bedakan.

“Bagi saya itu wajar saja, karna peraturan tersebut seudah diterapkan diluar negri, kata Suranto Managing Director PT Triumph Motorcycles Indonesia Paulus Bambang pada hari Senin 11 januari 2016.

Pria yang memiliki hoby touring ini mengatakan, mengendarai motor besar ini berbeda dengan mengendarai motor biasa, karna harus memiliki skill tertentu untuk mengendarai tanpa bahaya.”Sehingga wajar saja jika kami mendukung mengenai penggolongan SIM C tersebut”.

“Akan tetapi hal ini harus tersu berjalan dengan baik, jangan hanya sekedar membuat peraturan saja namun tidak ada tindakan penegasan. Peraturan ini harus dengan serius deterapkan, dikarnakan untuk mengurangi kecelakaan yang menghantui para biker, “tuturnya.

Late is better than nothing, telat itu lebih baik daripada tidak sama sekali,” tuturnya lagi.

Penerapan penggolongan surat izin mengemudi tersebut, dapat mengurangi jumlah kecelakaan yang ada dilalulitas yang disebabkan oknum yang tidak bertanggung jawab atau atau oknum yang belum terlalu mahira menunggangi kendaraan tersebut.

“Jikalau menurut pendapat saya sih mengenai peraturan pemerintah dalam penggolongan SIM C sangat bagus dan lebih tertata. saya sangat pro sekali terhadap pemerintah atas peraturan barunya untuk mengklasifikasikan SIM ini karna itu adalah niat baik, agar supaya orang-orang yang kurang memumpuni pada bidangnya bisa di tolak. Dengan hal itu kan bisa meminimalisir kecelakaan yang tidak diinginkan pada saat berkendara atau korban kecelakaan yang sulit diidentifikasi karna sudah hancurnya organ tubuhnya atau hal-hal lainnya,” tutur iqbal.

“Kalau diluarkan memang sudah dikhususkan surat izin mengemudi untuk motor gede atau MOGE, kalau saya sih mewajari hal tersebut dan mendukung pemerintah, akan tetapi ada yang perlu anda ketahui bahwa untuk mendapatkan surat izin mengemudi SIM C1 atau SIM C2 harus sudah membuat SIM C terlebih dahulu, begitu hasil pemahaman yang saya dapatkan dari membaca, baru setelah itu kita bisa mengajukan untuk bisa memperoleh C2 untuk motor yang kapasitas mesinnya mencapai 500cc atau ingin membuat C2 yang berkapasitas 501 cc keatas,”tambahnya.

Perlu diingat bahwa bagi pemilik motor dukati atau yang lainnya, bersiap-siap saja untuk mengajukan SIM C2 dengan kapasitas mesin yang mencapai 500 cc keatas. Untuk penyeragaman pembuatan SIM C1 dan SIM C2 akan diseragamkan sampai bulan Maren, namun jika molor paling lambat bulan April, dikarnakan pada bulan Mei 2016 peraturan tersebut sudah akan sudah diresmikan.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.