Para Bos Otomotif Dunia Bahas Transportasi Ramah Lingkungan

Dari beberpa belahan dunia bos industri otomotif yang berjumlah 13 berasal dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia telah sepakat memukul palu serta berkeyakinan untuk komitmen membuat sebuah alat yang ramah lingkungan dan mampu memperkecil resiko emisi gas rumah kaca, karena mengingat gelobalisasi saat ini. Ini juga merupakan upaya mereka untuk mengurangi dampak globalisasi.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi mereka menindak lanjuti langkah dari pertemuan konfrensi perubahan iklim atau COP21 yang saat itu dihadiri oleh pemimpin dunia beberapa waktu silam di Paris, Perancis.

Pembuatan alat yang ramah lingkungan tersebut mereka para bos tidak bekerja sendiri untuk menangani ini semua untuk mewujudkan komitmen itu, melainkan mereka bekerja sama dan membutuhkan bantuna serta mengajak para pelaku industi otomotif lainnya dengan bersama-sama untuk mewujudkan alat transportasi yang ramah dengan lingkungan. “Inti dari perjanjian kami adalah keterikatan pada perusahaan dan aksi pada perubahan iklim yang lebih kuat dan memiliki dampak ketika diimplementasikan.

Pengurangan emisi pada sektor transportasi otomotif, untuk mencapainya, butuh pendekatan kepada para stakeholder secara global dan kolaborasi antara pemerintah dengan pihak swasta,” tulis pernyataan ke-13 petinggi perusahaan otomotif yang dipublikasikan World Economic Forum.

Seperti dilansir Forbes, kamis 17 Desember 2015, kesimpulan dari komitmen para bos di industri otomotif itu adalah bahwa mereka sepakat secara serentak berkontribusi pada dekarbonisasi di sektor transpirtasi, melanjutkan perbaikan pada mesin bakar, menyokong kebijakan pengurangan emisi dampak dari emisi gas rumah kaca, dan yang pasti memanfaatkan teknologi terupdate dan terdepan untuk memfasilitasi transportasi yang sangat mendukung mobilitas antar penduduk dunia.

Para pembesar perusahaan otomotif itu yang berjumlah sebanyak 13 mereka akan mengadakan pertemuan lagi dalam Word Economic Forum pada tahun 2016 mendatang yang akan diselenggarakan langsung di Davos, Swiss yang bertepatan pada tanggal 20-23 Januari 2016.

Dan pada pertemuan tersebut akan membahas lebij lanjut lagi mengenai pengembangan alat transportaso ramah lingkungan tersebut yang akan digunakan para manusia yang bertempat tinggal di planit bumi.

Ke-13 pembesar tersebut adalah Koji Arima (CEO Denso Corporation), Volkmar Denner (Chairman of Board of Management Robert Bosch GmbH), Carlos Ghosn (CEO Renault-Nissan Alliance), Neeraj Kanwar (Vice Chairman Apollo Tyres), Sergio Marchionne (Fiat Chrysler Automobiles), Wolf-Henning Scheider (CEO MAHLE Group), Xu Heyi (Chairman Beijing Automotive Group), Mary Barra (CEO General Motors Company), Mark Fields (CEO Ford Motor Company), Pawan K. Goenka (Executive Director Mahindra & Mahindra Ltd), Martin Lundstedt (CEO Volvo Group), Alex Molinaroli (CEO Johnson Controls) dan Jean-Dominique Senard (CEO Michelin Group).

“Hanya mengumpulkan mereka di satu ruangan untuk membuat pernyataan adalah pencapaian yang besar. Saat Anda melihat para pemimpin perusahaan besar dan memiliki pengaruh yang mewakili 30 juta unit dan truk setiap tahunnya telah bergabung.

Hal ini positif untuk kedepannya,” ujar Alex Molinaroli, Ketua World Economic Forum untuk Automotive Industry Community.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.