Motor Listrik Dengan Konsep EV-Cub Akan Hadir di Bangkok dan Akan Masuk Indonesia.

Dikabarkan Thailand juga telah usai mengembangkan motor dengan teknologi listrik. Honda Motor Thailand tidak menyia-nyiakan momen yang sangat bagus bagi Honda Thailan untuk memamerkan motor listriknya dengan konsep mereka EV-Cub, dalam ajang Bangkok Motor Show 2016. Mereka menganggap momen tersebut sangat tepat untuk memamerkan motor listrik kepada public.

Motor listriknya dikabarkan menyimpan segudang kelebihan, contohnya yaitu dengan rancangan unik namun bergaya klasik serta berteknologi listrik. Dengan konsep EV-Cub yang terselip pada motor tersebut membuatnya nampak mewah dan menawan, hal tersebut memang sudah dinanti-natikan sejak lama oleh para pecinta Honda di beberapa Negara ASEAN terlebih lagi di Thailand.

Diakui bahwa Honda dengan konsep EV-Cub ini merupakan salah satu model motor listrik yang terlaris sepanjang masa, versi listrik dari Honda Super Cub. Sebelumnya pada tahun 2012 lalu EV-Cub, Honda telah memamerkan terhadap masyarakat Indonesia dalam ajang motor Indonesia Motorcycle Show.

Menurut kabar yang beredar motor berteknologi listrik tersebut akan dipasarkan secara internasional termasuk juga akan masuk di pasaran Indonesia pada tahun 2018 mendatang. Bagaimana dengan Indonesia?

Namun sebelumnya Honda masih melakukan pengembangan motor dengan teknologi listrik tersebut. Yang masih menjadi kendala samapai saat ini adalah bagai mana cara menekan biaya batrai pada motor tersebut. Sehingga harga yang dibandrol motor listrik tersebut tidak terlalu tinggi.

Shinji Aoyama, Chief Operating Officer of Motorcycle Operations Honda Motor Co., Ltd. Mengatakan bahwa harga yang akan ditetapkan pada motor tersebut sangat dipengaruhi dengan harga baterai. Dan target mereka motor tersebut akan dipasarkan secara global termasuk juga ke Indonesia.

‘’Kami merencanakan pada tahun 2018 mendatang sudah masuk pasar Indonesia. Tidak semudah itu untuk mengomersialisasikan motor listrik. Dikarnakan harganya yang tidak terjangkau sehingga tidak bisa dimiliki semua kalangan. Yang menjadi salah satu faktor yang bisa mengurangi biaya produksi yaitu harga dari baterai tersebut. Dan itu yang masih kami usahakan.’’ Kata Shinji.

Dia menjelaskan mengenai biaya baterai tersebut. Membutuhkan sekitar 1.000 kwh untuk menggerakan motor listrik tersebut. Jika itu dikonversikan dengan harga internasional, diperkirakan hanya untuk harga baterai saja mencapai 700 dolar sampai 800 dolar, jika dirupiahkan 9,1 juta. Agar biaya baterai tersebut bisa lebih ditekan, dia bermitra dengan pabrikan baterai lainnya.

‘’Lithium saat ini tidak banyak diproduksi oleh Negara-negara maju. Hanya seperti Jepang, China dan Korea saja yang memproduksinya. Butuh dana besar untu berinvestasi pada pabrikan baterai. Inilah sebab kami melakukan kolaborasi dengan pabrikan batrerai.’’ Tambahnya.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.