Mobil Otonom Takkan Ada di Jalanan Sampai Tahun 2025

Pada akhir-akhir pekan ini telah banyak para pabrikan mobil yang berlomba-lomba dan siapa yang palung unggul dalam pembuatan mobil yang berteknologi otonom atau bertenaga listrik yang dirancang ramah lingkungan. Ada beberapa dari mereka para pabrikan mobil berteknologi otonom sangat optimis bisa diproduksi secara besar-besaran serta dapat digunakan pada jalanan umum pada tahun 2020 kelak.

Akan tetapi berbanding kebalik dengan apa yang telah dipaparkan oleh Autoevolution, pada kali ini Bosch yang dikenal sebagai engineeing dan elektronik multinasional yang berkebangsaan Jerman ini telah menentang bagi pabrikan yang sangat optimis bisa menerbitkan mobil bertenaga otonom. Dia dengan lantang menyatakan bahwa mobil berteknologi otonom tidak akan bakal berkeliaran samapi tahun 2025.

Ketua umum Divisi Sistem Kontrol Sasis Boch, Gerhard Steiger telah berspekulasi dan memperkirakan, pada tahun 2020 mobil-mobil yang baru dibuat belum bisa beralih jalur dari yang mobil yang dahulu menjadi mobil yang bertenaga listrik atau otonom secara keseluruhan. Dan dia mengira-ngira bahwa mobil otonom baru bisa bebas berkeliaran di jalanan umum pada tahun 2025 mendatang.
Memang telah diakui bahwa mobil yang telah diproduksi oleh Google telah sedikit berkembang yaitu mampu melakukan dan menahlukan lebih dari 1 juta kilometer perjalanan yang telah diuji semenjak tahun 2012 melakukan perjalanan di jalan umum.

Akan tetapi, steiger membaahnya, bahwa hal yang seperti itu masih belum memenuhi standar karna masih ada beberapa lagi uji coba yang harus dilalui lagi agar lebih intens serta bagi para penguji harus mengujinya dengan mengendarai mobil tersebut hingga jutaan klometer dijalan yang bebas hambatan.

Dia berpendapat bahwa, untuk setiap pengujian mobil berteknologi otonom di bumi ini harus dilakukan di beberapa begara lainnya tidak hanya pada Negara Amerika Serikat saja.
Semua perkiraan dan pendapat Steiger mucul mengenai predeksi mobil otonom setelah melakukan studi yang membuktikan kelemahan dalam teknologi otonom atau bertenaga listrik. Menurut studinya , secara keseluruhan mobil otonom telah mengalami kecelakaan lebih tinggi dibangingka mobi yang masih dikendarai oleh manusia.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.