Meski Kondisi Sulit, Nissan Tetap Mengejar Target Penjualan Nissan X-Trail Hybrid

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah secara resmi merilis mobil Nissan X-Trail Hybrid pada bulan November 2015 lalu. Kini setelah lebih dari satu bulan sejak debutnya di tanah air, Nissan masih berusaha untuk memenuhi target penjualan. Dengan menghadirkan Nissan X-Trail Hybrid memang merupakan salah satu langkah yan berani yang di tempuh oleh PT NMI. Dan hal ini karena memang pangsa pasar kendaraan jenis hybrid masih relative kecil apabila dibandingkan dengan mobil-mobil yang bermesin konvensional. Namun meski kelihatannya cukup berat dan sulit, tetapi PT NMI tetap masih optimis dengan kiprah Nissan X-Trail hybrid di pasar otomotif nasional.

Budi Nur Mukmin selaku Manager Sales Strategy Nissan mengatakan bahwa taerget penjualan varian hybrid ini relative kecil. Bahkan sangat jauh dibawah varian mobil milik Nissan lainnya.

Budi juga mengaku bahwa pasar mobil jenis Hybrid di Indonesia masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Pasalnya harga jual mobil jenis hybrid masih relative mahal. Sebagai contoh saja, All New Nissan X-Trail konvensional saja dipasarkan dengan harga mulai dari 400 jutaan, sedangkan untuk varian hybrid dijual dengan harga Rp. 625 juta perunitnya. Hal ini disebabkan oleh biaya masuk impor dan pajak yang relative tinggi untuk mobil jenis hybrid, bahkan mencapai sekitar 25 persen.

Sebagai tindak lanjut agar pasar mobil jenis hybrid bisa terdongkrak, budi mendesak pemerintah agar segera merealisasikan inisiatif pengurangan pajak dan biaya masuk impor untuk kendaraan jenis hybrid tersebut. Budi pun membandingkannya dengan beberapa Negara di ASEAN yang sudah mengsahkan skema inisiatif pajak dan biaya masuk, sihangga pasar kendaraan hemat energy dan ramah lingkungan ini bisa berkembang dengan pesat.

Sedangkan Indonesia sendiri adalah merupakan salah satu Negara kedua yang menjadi pasar bagi All New Nissan X-Trail Hybrid setelah sebelumnya di Jepang. Nissan X-Trail versi hybrid ini telah mengadopsi mein hybrid jenis MR20DD yang berkapasitas 2 liter dengan tambahan unit motor listrik pada baterai Lithium Ion-nya yang bisa dilakukan dengan kecepatan rendah atau kecepatan tinggi. Nissan sendiri telah mengklaim bahwa X-Trail Hybrid ini mampu mengeluarkan tenaga yang lebih besar dari versi mesin bensi yang berkapasitas 2,5 liter.

Ruangan komen telah ditutup.