Masa Inreyen Pada Motor ? Pentingkah ?

speedometer-yamaha-r25

BintangOtomotif.com – Sering kita mendengar kata – kata Inreyen saat menemui sepeda motor baru, atau ketika kita telah membeli motor baru. Ternyata masa break-in untuk motor baru sangat berpengaruh terhadap kelangsungan sepeda motor, karena dengan inreyen yang benar turut mempengaruhi sepeda motor yang sedang dalam masa penyesuaian sehingga dengan inreyen mesin sepeda motor tidak akan cepat mengalami kerusakan. Sarwono Edhi selaku Technical Service Division PT Astra Honda Motor mengungkapkan jika masa inreyen pada setiap kendaraan baru sangatlah penting terhadap kelangsungan motor. Inreyen sangat penting untuk 500 km pertama jarak tempuh motor.

Mengapa inreyen sangat penting ?. Semua itu didasarkan karena alasan agar kehandalan kendaraan di masa mendatang tetap bertahan (awet) dan performancenya tetap terjaga. Inreyen juga bisa menjadi sarana penyesuaian kerja setiap komponen agar bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya. Jika didefiniskan masa inreyen bisa diartikan sebagai masa dimana komponen mesin pada sepeda motor mengalami penyesuaian satu sama lain. Selama ini banyak yang menganggap jika komponen sudah mengalami proses pengujian kualitas di pabrikan. Namun meski begitu tetap saja partikel yang menempel harus dibersihkan agar tidak berakibat fatal ke depannya.

Muncul pertanyaan bagaimana cara membersihkan partikel – partikel tersebut ? untuk membersihkan partikel – partikel sisa dari proses pembuatan komponen dan perakitan, umumnya partikel yang berpotensi menghambat kinerja adalah seperti serpihan logam dan oli pengawet yang cara pembersihannya harus dilakukan secara manual dalam masa inreyen. Untuk melakukan masa inreyen juga tak bisa sembarangan. Untuk melakukan inreyen juga harus memperhitungkan jarak yang harus ditempuh dengan benar – benar. Pada kesempatan kali ini Sarwo Edhi juga memberikan sedikit tips bagaimana melakukan inreyen secara benar.

yang harus dilakukan pertama untuk melakukan inreyen dengan benar adalah dengan menghindari full throttle start atau akselerasi yang cepat. hal ini untuk menghindari kerusakan komponen akibat gesekan atau tumbukan yang berlebihan. Untuk yang kedua adalah hindari pengereman secara kuat – uat (Hard Breaking) dan hindari juga menurunkan gigi transmisi secara cepat. Alasannya sama untuk mengurangi gesekan atau tumbukan yang berlebihan. Ketiga berkendaralah secara konservatif dan hindarilah berkendara secara ekstrem, selain tidak baik bagi kelangsungan mesin itu juga bisa membahayakan bagi pengendara. dan yang terakhir tidak dianjurkan untuk mengangkut beban berlebihan karena itu semua akan menambah beban kerja komponen yang masih sedang melakukan adaptasi.

Terakhir bagi kalian para pemilik motor dianjurkan mengganti oli pada 1.000 km pertama. Hal ini diperlukan agar sisa partikel hasil gesekan antar komponen langsung dibuang lalu ganti dengan pelumas baru agar daya tahan mesin tetap terjaga dengan baik. Jadi untuk kalian yang baru saja membeli motor baru sebaiknya mengikuti beberapa tips diatas.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.