Larangan Pasang Logo Militer Di Motor Pribadi

raziatni

BintangOtomotif.com – Sering kita lihat saat ini tengah marak pemasangan atribut atau stiker dengan logo militer, salah satunya yang saat ini tengah populer adalah penggunaan stiker berlambang logo TNI. Ternyata memasang segala atribut yang berbau militer sangatlah dilarang baik untuk anggota maupun keluarga anggota, apalagi oleh masyarakat umum. Sampai saat ini TNI tengah gencar – gencarnya untuk menindak pemakai maupun ke penjual yang memasarkan atribut militer ke masyarakat non anggota militer, dengan cara melakukan Razia yang berkesinambungan. Ketika menemui motor pribadi yang memakai atribut kemiliteran, maka pihak kepolisian juga tak akan tinggal diam dan segera menindak lanjuti.

Penggunaan simbol baik kepolisian, TNi, atau lembaga kenegaraan lainnya dilarang keras jika bukan termasuk anggota TNI, polisi, maupun lembaga negara. Eko Prasetyo juga mengungkapkan jika penggunaan atribut militer oleh masyarakt sipil biasanya memiliki tujuan untuk sekedar gagah – gagahan tanpa mereka mengetahui arti simbol militer tersebut. Rupanya pelarangan tersebut tak hanya berlaku hanya bagi masyarakat luar non – keluarga militer, melainkan juga berlaku bagi semua anggota dan keluarga anggota. Bahkan Eko mengutarakan jika ada anggota kepolisian dan militer serta lembaga lainnya yang menyalahgunakan aplikasi simbol tersebut tetap saja dilarang dan segera ditindak lanjuti.

“Jika ada yang menggunakan mereka harus siap menanggung resiko jika terjadi Razia, dan instansinya tidak akan memberikan bantuan apapun, itu termasu di TNI dan kelembagaan negara lainnya,” kata eko

Selain pengendara motor yang dirazia ternyata pedagan atribut juga tertib dirazia dan segera ditindaklanjuti jika kedapatan menjual atribut berbau militer secara bebas. Jika merunut pada peraturan memang pada dasarnya striker atribut TNI tidak boleh dijual sembarangan. Artinya saat ada pembeli yang berminat maka para pedagang wajib untuk menanyakan Kartu Tanda Anggota apabila si pembeli tidak bisa menunjukkan Kartu Tanda Anggota maka tidak diperbolehkan bagi penjual untuk menjual atribut tersebut.

Hal ini juga diungkapkan oleh Yogi seorang penjual atribut, “Yang membeli harus tunjukan Kartu Tanda Anggota, kita sarankan jangan beli atau pasang stiker tersebut jika tidak memiliki.”

Bahkan peraturan menjual juga ketat karena sebenarnya untuk menjual atribut TNI, para pedagang wajib memiliki izin resmi ke Garnisun TNI. Lantas surat izinnya pun selalu dicek saat Garnisun melakukan Razia ke pedagang. Semua ini dilakukan oleh para petugas kepolisian dan TNi agar bisa menertibkan para pemilik motor yang dengan sengaja memasang atau menggunakan logo lembaga negara dengan sewenang – wenang tanpa mengetahui arti dan makna yang terkandung dari logo lembaga tersebut.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.