Konsumen Mulai Bosan dengan Motor Miliknya Kalau Sudah 2-3 Tahun

Kebanyakan kendaraan pemilik motor di Indonesia saat ini akan merasa jenuh ketika motor miliknya itu sudah berusia dua sampai tiga tahun. Fenomena itu akan menjadi sebuah tantangan baru bagi para pabrikan motor yang ingin meluncurkan karya baru baik itu dari sisi teknologi atau desain.

” Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) mengatakanl, ” Hasil penelitian tertutup kami menunjukan, alasan orang menjual motornya selain menyangkut kebutuhan finansial yang mendesak untuk beragam kebutuhan, juga dikarnakan faktor kejenuhan itu terjadi tidak lama selepas dari dua atau tiga tahun dari kepemilikannya”.

Hasil riset juga menyatakan Motor bukan hanya sebatas alat yang digunakan sebagai pembantu teransportasi saja. Melainkan kendaraan bermotor itu juga sebagai penambah tingkat kepercayaan diri dalam penampilan atau gaya hidup,” tambah Sigit.

” Oleh sebab itu mulai dari teknologi, fitur pendukung maupun gaya desain, tidak kalah pentingan untuk menarik perhatian calon pembeli. Dan ini akan menjadi tantangan lagi bagi para pabrikan untuk terus melakukan inovasi baru, karna motor sekarang juga dianggap sebagai penambah penampilan,” tutur Sigit.

Alasan yang sama juga dikemukakan oleh Mohammad Maskur, Asisten General Manager Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, dengan melihat fakta tersebut PT Yamaha dalam mengeluarkan produk baru maupun desain barunya senantiasa mengambil referensi dari konsumen.

“Tren keinginan dari konsumen selalu mengikuti perkembangan yang ada, mulai dari penampilan, fungsi dan manfaat teknologi yang diterapkan, kami mengambil dari yang ada dan keinginan konsumen, termasuk juga model yang mengedepankan penampilan,” tuturnya.

Sigit menambahkan dengan hadirnya model facelift lebih awal bukan hanya sebagai perenggang disaat mobil anyar belum diluncurkan. Melainkan fersi facelift juga sebagai obat kebosanan konsumen dengan model yang sudah ada lama dari jenis yang tertentu. ”Dan juga sebagai upaya penghemat biaya investasi, karna untuk melahirkan model yang baru membutukan investasi yang lumayan banyak,” tambahnya.

Ruangan komen telah ditutup.