ITB Telah Lahirkan Prototipe Mobil dan Bus Berteknologi Listrik

 

ITB (Insitut Teknologi Bandung) termasuk salah satu dari beberapa perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan dan penelitian mobil listrik. Sampai saat ini, ITB (Insitut Teknologi Bandung) telah memproduksi beberapa jenis purwarupa atau prototype mobil berteknologi listrik.

‘’Jika kita mengembangkan mobil listrik yang jenis SUV. Kita akan kembangkan 1 platform dalam 12 jenis. Kita juga masih dalam pengembangan city car dan angkutan perkotaan yang menggunakan teknologi listrik,’’ ucap Agus Purwadi, Ketua Tim Mobil Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB).

Bukan hanya itu saja, ITB masih dalam proses pengkajian untuk mengembangkan sepeda motor listrik roda 3 dengan maksud memnuhi permintaan PT Pos Indonesia. ‘’Kita akan terus mencoba melakukan kajian prototype, kendaraan roda 3 berteknologi listrik untuk pengiriman barang,’’ katanya.

Dalam pengembangan dan penelitian ITM untuk melahirkan kendaraan bertenaga listrik, ITB masuk dalam kelas menengah ke bawah. Segmen mobil listrik ini masih terbuka sangat lebar, Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa menguasai segmen mobil listrik yang premium atau menengah ke atas.

‘’Masih banyak pasar yang masih bisa diselesaikan seperti low end sampai middleHigh end, kita serahkan ke negara maju,” sebutnya.

ITB (Insitut Teknologi Bandung) dalam rangka penelitian dan pengembangan mobil bertenaga listrik telah melibatkan ratusan tenaga ahli, yang diambil dari professor sampai mahasiswa yang berasal dari jurusan dan fakultas yang memumpuni bidan tersebut.

‘’Dalam pengembangan dan penelitian mobil listrik ini kami melibatkan 6 orang guru besar, ada 27 peneliti S3, sedangkan untuk mahasiswa S1, S2 dan S3 berjumlah 100 orang. Semua ini telah melibatkan 5 fakultas dan 12 kelompok kepakaran. Ini dikerjakan multi disiplin,’’ tuturnya.

Jika ingin dibandingkan dengan Negara tetangga sebenarnya posisi riset mobil listrik Indonesia tidak kalah juga. Tapi yang disayangkan kondisi seperti ini tidak sebanding dengan dukungan dari atas atau pemerintah. Itu juga dikarnakan pemerintah Indonesia juga saat ini belum memiliki visi dan misi untuk mengembangkan mobil listrik. Terjadi penurunan dukungan dari pemerintah mengenai perancangan mobil masa depan seusai pergantian pemerintahan di 2014. Sedangkan mobil listrik ini akan tren pada tahun 2020 mendatang.

Pengembangan mobil listrik di Negara-negara tetangga mendapatkan dukungan dari pemerintah seperti Thailand memperoleh dukungan berbentuk persetujuan dari perdana mentri dan Parlemen. Sedangkan untuk di Malaysia, pemerintahnya akan meresmikan langsung, sedangkan untuk Filipina mendapatkan bantuan dari ADB (Asian Development Bank/Bank Pembangunan Asia). Untuk Negara maju seperti Jepang, Korea Selatan dan China mereka memang sudah sangat maju dengan mobil listriknya.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.