Inovasi Anti-Knocking Terbaru dari Mazda

mazda6_cx5_02

Bintangotomotif.com – Mazda luncurkan inovasi Anti-Knocking miliknya. Semua mesin karnot yang menerapkan teknologi piston tentunya sangat dekat hubungannya dengan masalah knocking. Masalah Knocking ini lebih sering dirasakan sebagai getaran mesin yang tidak pas atau melempem padahal deru mesin digeber pada posisi gas pol. Masalah ini terjadi biasanya diakibatkan oleh kompresi mesin yang tidak seimbang. Kompresi mesin yang tidak seimbang ini bisa saja mengacaukan timing pukulan piston yang ada pada mesin yang nantinya bisa merembet pada timing – timing gerakan piston selanjutnya.

Jika ini semua terjadi selain pembakaran yang tidak sempurna dalam kondisi jangka panjang shaft piston bisa patah. Untuk masalah sebab, sebenarnya urusan knocking ini bisa saja disebabkan oleh berbagai hal dengan kompresi mesin. bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah tidak membutuhkan kompresi mesin yang tinggi. sehingga apabila dimasukkan pada kompresi mesin yang tinggi, dapat menyebabkan bahan bakar terbakar sebelum waktunya. Bahkan ketika piston sedang dalam posisi balik, masih bisa terjadi pembakaran. Hal ini akan menyebabkan gaya tolak menolak yang menyebabkan energi mesin menjadi loyo. Dan yang paling parah yang bisa saja terjadi apabila digunakan terus menerus dapat membuat piston menjadi patah.

Untuk bahan bakar dengan oktan yang tinggi akan lebih sulit menguap sehingga apabila dimasukkan pada mesin berkompresi rendah cenderung terlambat untuk terbakar. Dalam kondisi sederhana, mesin akan mati karena tidak kuat untuk kembali pada posisi awal. Dalam kondisi yang parah bahan bakar yang terlambat terbakar itu akan menjadi residu yang akan membuat lecet dan macet pada piston. Beda lagi urusannya dengan Mazda. Dengan teknologi Skyaktiv untuk membuat terbang semua kotak besinya, Mazda menerapkan mesin dengan kompresi 1:13 dengan kompresi sekuat ini tentunya sembuaran gas buangnya memiliki tekanan yang sangat tinggi meskupun ukuran knalpotnya tidak dijadikan besar. Ibarat pompa air dengan selang kapiler tingga tunggu saja hingga pompa air tersebut meledak akibat tekanan yang dibuatnya sendiri.

untuk mengantisipasi hal tersebut Mazda memberikan jalur buang dengan formasi baru yakni 4-2-1 menggantikan jalur 4-1 yang sebelumnya digunakannya. Jalur buang ini akan membagi saluran pembuangan polusinya menjadi dua kanal. Selanjutnya kanal tersebut akan digabungkan kembali melalui ujung knalpot yang sama. Dengan pembagian dua kanal tersebut, tentunya akan memberikan ruang bagi gas buang untuk memperingan kompresinya sehingga tidak akan kembali pada ruang pembakaran yang nantinya akan bisa mengakibatkan knocking bahkan mati akibat terlalu banyaknya CO2. Selain itu jalur pembuangan disusun agak lebih panjang dari formasi 4-1 sebelumnya. Kedua panduan tersebut menjadi andalan Mazda untuk mengatasi masalahnya.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.