Inilah Manfaat Mengecek Tekanan Angin Ban Secara Rutin

Rekan BIntom sekalian, seberapa rutinkah Anda mengecek tekanan angin ban kendaraan Anda? Seminggu sekali, dua minggu sekali atau sebulan sekali? Atau malah sangat jarang mengeceknya barang kali? Nah, tulisan berikut ini akan membuka wawasan Anda akan begitu pentingnya secara rutin mengecek tekanan angin ban kendaraan.

Mengecek tekanan angin ban mobil secara rutin ada baiknya menjadi kegiatan rutin Anda. Apakah mobil jarang digunakan apalagi bagi mobi yang secara rutin dipakai setiap hari. Paling tidak, setiap 2 pekan sekali hal itu harus dilakukan. Tetapi jika mobil jarang dipakai, maka cek angin atau tekanan abn bisa dilakukan cukup sekali dalam sebulan.

Sebenarnya, apakah ada manfaat yang bisa kita dapatkan jika secara rutin kita mengecek tenanan angin ban kendaraan? Berikut ini penjelasan beberapa manfaat yang perlu diketahui:

Pertama, akan memperpanjang usia pakai ban. Ban yang tekanan anginnya secara rutin diperiksa akan lebih awet dan tidak mudah retak. Jika Anda menemui ada yang retak pada sisi samping ban kendaraan, bisa jadi itu akibat ban yang terlalu lama kurang angin. Mengapa bisa retak? Sebab, ban yang mengalami kurang angin maka bagian sisi samping akan mendapatkan beban yang berlebih. Hal inilah yang menjadi penyebab ban menjadi retak.

Kedua, Menjadi hemat bahan bakar. Ketika ban mengalami kurang angin, maka permukaan tapak ban akan menjadi lebar. Akibatnya, permukaan ban yang bergesekan dengan badan jalan semakin banyak. Hal ini mengakibatkan mobil perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk bisa mendorong mobil. Beban kerja mobil menjadi semakin berat yang tentunya berimbas pada borosnya konsumsi bahan bakar.

Ketiga, Membuat perjalanan semakin nyaman. Pernahkah Anda mendengarkan bunyi berdengung yang amat sangat saat mengendarai mobil? Perlu diketahui, bahwa salah satu penyebab timbulnya bunyi mendengung pada ban adalah karena tekanan angin ban yang tidak sesuai. Jika tekanan ban terlalu tinggi, hal ini mengakibatkan timbulnya bunyi dengung berlebihan. Bunyi dengung ini akan semakin terdengar terutama ketika mobil dipacu dalam kecepatan yang tinggi. Sebaliknya, jika tekanan ban terlalu rendah, maka hal ini dapat menimbulkan efek bunyi turbulensi. Suara dengung ban yang terjadi, bisa masuk ke dalam kabin mobil sehingga membuat bising. Hal ini tentunya membuat perjalanan Anda menjadi tidak nyaman.

Keempat, Mempermudah dalam mengontrol stir/kemudi. Ini bisa terjadi jika ban depan mobil kurang tekanan anginnya. Kemudi (handling steer) akan terasa lebih berat. Selain itu, adanya tekanan ban yang tidak sama antara ban depan kiri dan kanan juga akan mengakibatkan setir akan tidak seimbang dan susah dikendalikan. Setir akan cenderung mengarah ke posisi ban yang tekanan anginnya kurang.

Kelima, Resiko kecelakaan akibat pecah ban bisa diminimalisir. Dalam kasus-kasus kecelakaan yang terjadi akibat pecah ban, biasanya ini sering terjadi terutama di jalan bebas hambatan atau jalan tol. Tekanan ban yang berlebih atau kurang merupakan salah satu penyebab terjadinya ban pecah, selain kembang ban yang sudah tipis atau aus. Oleh karena itu sebaiknya jagalah tekanan ban sesuai dengan buku petunjuk pemilik kendaraan.

Bagaimana cara mengukur atau mengecek tekanan ban? Mudah kok, jika ingin mengecek sendiri, tinggal beli alat khusus untuk itu di toko langganan Anda. Atau jika tidak mau repot, bisa juga secara rutin mampir ke bengkel-bengkel yang menyediakan layanan untuk itu. Silakan pilih mana alternatif yang mudah menurut Anda. Yang penting, usahakan bisa rutin mengecek kondisi tekanan angin ban mobil Anda.

Ruangan komen telah ditutup.