Inilah Bahayanya Jika Sering Membuka Tutup Radiator

Keberadaan radiator bagi mobil adalah ibarat “darah”, dimana cairan radiator itu mampu menstabilkan suhu kendaraan seperti halnya darah bagi tubuh manusia. Untuk itulah, radiator harus mendapatkan perhatian khusus bagi pemilik mobil.

Akan tetapi, ternyata ada beberapa tindakan terhadap radiator yang justru salah kaprah. Apa itu?  Sering membuka tutup radiator mobil Anda. Betul! Sebaiknya, tutup radiator memang tidak terlalu sering dibuka tutup. Mengapa?

Sekedar diketahui, sebaiknya membuka tutup radiator cukup dilakukan pada saat menguras air radiator. Sebab, jika terlalu sering membuka tutup radiator, maka hal itu akan memperbesar peluang tutup radiator rusak.

Nah, jika tutup radiator rusak, maka otomatis kerja komponen ini terganggu. Salah satu kemungkinan yang muncul kemudian bila tutup radiator rusak adalah overheating, yaitu suatu keadaan dimana suhu panas mesin berada di atas batas normal.

Apa efek yang terjadi di mobil jika mobil mengalami overheating? Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok di tengah jalan.

Baca juga: Bahaya! Jangan Buka Radiator Saat Panas

Memang sih, ada banyak hal yang menyebabkan overheating. Akan tetapi, pada intinya kondisi overheating tersebut muncul karena sistem pendinginan mobil yang tidak bekerja dengan baik.

Pada beberapa kasus overheating berangsur-angsur mencuat karena ada masalah pada tutup radiator. Dari segi fungsi, tutup radiator memegang peranan yang sama besar dalam hal menjaga temperatur mesin.

Komponen inilah yang akan menjaga volume air pada sistem pendingin mesin. Peran itu dijalankan oleh katup-katup pada tutup radiator. Ada dua katup dalam komponen ini, yaitu: katup tekan dan katup vakum. Kedua katup inilah yang secara bergantian mengeluarkan dan menghisap sehingga air berputar dari tangki reservoir (tangki cadangan) ke radiator.

Nah, kedua katup pada tutup radiator inilah yang kemungkinan besar mengalami kerusakan apabila tutup radiator sering dibuka. Karena kerusakan itu, sirkulasi air kemudian menjadi tidak bagus. Yang lebih buruk lagi, lama kelamaan volume air radiator semakin berkurang karena tumpah keluar melalui tangki reservoir. Kekurangan jumlah air inilah yang kemudian memicu terjadinya overheating.

Karena itu, untuk mendeteksi terjadinya kerusakan pada tutup radiator bisa dilakukan dengan melihat air pada tangki reservoir. Periksa ketinggian permukaan air pada tangki tersebut. Apabila tangki cadangan selalu penuh (bahkan air keluar dari selang pada tutup tangki reservoir), ini pertanda bahwa tutup radiator sudah perlu diganti.

Ruangan komen telah ditutup.