Honda dan Yamaha Optimis Klasifikasi SIM C Positif untuk Melindungi Bikers

Setelah mendengar peraturan baru dari pemerintah mengenai pengelompokan SIM C bagi pengendaraan motor. Pada peraturan baru tersebut mengelompokan tiga kategori surat izin mengemudi yaitu SIM C, SIM C1 dam SIM C2. Para pabrikan motor pada umumnya nurut apa yang sudah ditetapkan pemerintah. Bahkan produsen pabrikan Honda dan Yamaha menilai mengenai peraturan seperti ini sangat baik dan akan berdampak positif.

Kata Ahmad Muhibbuddin pada hari senin 11 Januari 2016 yang temasuk salah satu personil Deputy Head Corporate Communication Astra Honda Motor,” untuk pengkelasifikasian SIM C1 yang harus digunakan bagipengendara yang kapasitas mesinnya 251cc sampai sampai 500 dan untuk SIM C2 untuk pengendara bermotor yang kapasitas mesinnya mencapai 501cc keatas, menurut saya kebijakan pemerintah dalam membuat peraturan baru mengenai pemagian SIM C melalui Korlantas maksudnya untuk melindungi para bikers.

Sehingga dengan pengelompokan SIM C ini mampu meningkatkan kemampuat para setiap pengendara, tambahnya.

“Karna Korlap lalulintas Polri bermaksud untuk melindungi para pengendara bermotor dengan cara melindungi sitiap levelnya bikers pada masing-masing pengendara. Selebih dari itu yang terpenting adalah bagi para pera pengendara bisa menyesuaikan kemampuan berkendaranya dan kemampuan mengetahui apa saja yang telah diatur oleh Korlantas, “tuturnya.

Namun pabrikan Honda akan menilai baik serta ini juga akan menjadi tantangan bagi para Korlantas bisas atau tidak penerapan dalam penegasan peraturan terserbut.

“Korlantas akan mendapatkan tantangan baru mengenai peratutan pembagian SIM C, untuk bisa tegas dalam penerapan peraturannya kepada pengendara bermotor, sehingga dengan demikian niat baik Korlantas bisa terlaksana dengan peraturan ini, yang lebih mampu untuk melindungi para bikers, “tuturnya.

Rina Listiani, Public Relation Manager PT AHM, mengutarakan pendapatnya bahwa pihaknya sangat optimis sekali walaupun terdapat pengelompokan SIM C yang membuat berbeda-beda, tetap saja penjualan Motor Gede Honda tidak akan merasa terganggu. karena menurut pendapatnya, para komsumen MOGE akan secara otomatis akan menyeseuaikan probadinya dengan peraturan baru yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Nanti ketika sudah mulai jalan peraturan tersebut mereka para konsumen akan menyesuaikan dirinya sendiri, karna setiap apa yang sudah disepakati akan dampak positifnya,” tutur Rina.

Di waktu yang sama Ahmad MUhibbuddin juga sangat optimis bahwa pengelompokan SIM C itu hanya semena-mena untuk melindungi para bikers, dan tidak akan mengecoh atas pemasaran Motor Gede Honda. Perlu diketahui sampai Desember Honda sudah mampu menjual sampai 100 unit kendaraan.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.