General Motor Recall Produknya, Hanya Karena Sabuk Pengaman

M-2014-Silverado-Sierra-1

Bintangotomotif.com – Seperti tidak ada habisnya, masalah recall selalu muncul pada setiap tahunnya. Namun ini semua juga tidak bisa dikatakan sebagai masalah karena recall adalah solusi yang ditawarkan oleh produsen pada konsumennya untuk memperbaiki setiap kelemahan produk yang sudah terlanjur dilepas ke pasar oleh pihak pabrik. Mungkin yang menjadi masalah adalah Konsumen sementara waktu tidak dapat menikmati mobil yang sudah terlanjur dibeli. Bahkan tidak jarang, kendati baru dibeli terpaksa pasrah menerima recall. Alasannya? Daripada berbahaya apabila digunakan.

Untuk kasus recall kali ini berhembus dari negeri Paman Sam. General Motor selaku penanggung jawab Chevrolet di negara tersebut dikabarkan tengah bersedih karena sedang dalam proses penarikan sekitar satu juta produknya dari seluruh dunia. Recall ini hanya berlaku untuk tipe Chevrolet Silverado dan GMC Sierra 1500 pickups yang keluar di tahun 2014-2015. Walaupum dinyatakan recall sebenarnya masalah penyebab recall tersebut belum menjadi penyebab kecelakaan yang melibatkan dua produk dari Chevrolet yaitu Selverando dan Sierra tersebut. Hanya saja General Motor mengetahui bahwa ada cacat yang dimiliki oleh produknya. Dikhawatirkan malah menimbulkan masalah kedepannya, sehingga lebih baik ditarik dari sekarang. Sebenarnya cacat pabrikan ini terbilang sederhana hanya pada masalah sabuk pengaman saja. Pasalnya kabel baja yang digunakan untuk mengaitkan sabuk pengaman ke rangka mobil tersebut disinyalir akan terpuntir seiring pengunaannya. Hal ini lama kelamaan akan membuat kekuatan kabel baja tersebut menurun dan akan menghilangkan fungsi dari dsabuk pengaman itu sendiri. Data tersebut bukan isapan jempol belakan. itu semua melainkan hasil dari kompilasi pendataan garansi mobil yang bersangkutan.

Dan setelah semua mobil telah kembali, nantinya pihak dealer diwajibkan untuk mengganti pelindung kabel tersebut dengan yang lebih besar agar bisa menghindari puntiran. Kalaupun tidak memungkinkan wajib memasang brackelet penahan dan bahkan harus mengganti pengaitnya dengan yang lebih cocok. Tentunya untuk masalah biaya merupakan tanggung jawab produsen karena kesalahan desain yang diusungnya tersebut. Berdasarkan sumber yang sama, setidaknya terdapat 140 ribu unit kendaraan tersebut yang tersebar diseluruh dunia yang harus mengalami perbaikan tersebut. Setidaknya, walaupun recall selalu berbuntut kekecewaan konsumen, namun nampaknya peran proaktif dari produsen tetap perlu diacungi jempol. Karena tak jarang, ada produsen yang diam-diam saja atau bahkan tidak mau mengakui kecacatan dari produknya. Tata pikir negara maju sesungguhnya lebih mementingkan nyawa manusia daripada sekedar bisnis belaka. Karena motif bisnis yang jelek, apabila didapati data yang menyatakan bahwa vendor A adalah penyebab kecelakaan yang mengakibatkan kematian. Untuk itu, sebagai konsumen perlu pro aktif untuk mengamati setiap cacat produksi dari pabrikan.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.