Diduga Melakukan Pemalsuan Data Uji Emisi, Nissan Di Tuntut Oleh Pemerintah Kore Selatan

Setelah beberapa waktu lalu mengakuisis Mitsubishi Karen saham yang anjlok karena adanya kecurangan terhadap data konsumsi bahan bakar, kini nampaknya Nissan sendiri justru malah ikut terjerat masalah yang masih berkaitan dengan manipulasi data. Baru saja dikabarkan bahwa pemerintah Korea Selatan melalui Kementrian Lingkungan Hidupnya telah memutuskan untuk mengajukan tuntutan pidana kepada Nissan Motor Korea Selatan.

Nissan diduga telah melakukan kecurangan dengan memalsukan data uji emisi pada produk sport  utility vehicle (SUV) miliknya yakni oada Nissan Qashqai.

Berdasarkan dari informasi Nikkei Asia yang dilansir dari laman KompasOtomotif pada hari Rabu 8 Juni 2016, menyatakan bahwa pemerintah juga memerintahkan bagi produk asal Jepang yang baru saja membeli saham mayoritas adalah saham milik Mitsubishi tersebut untuk mengumumkan recall terhadap 824 unit mobil Nissan Qashwai yang dipasarkan di Korea Selatan.

Lebih dari itu, Korea Selatan juga meminta kepada Nissan untuk membayar denda sebesar 340 juta Won atau setara dengan Rp. 3,9 miliar. Dan untuk sejauh ini pihak Nissan masih menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut atas pemalsuan data Uji Emisi tersebut.

Dalam hal ini, pihak Kementrian Lingkungan Hidup Korea Selatan mengatakan bahwa pada saat ini melakukan pengujian emisi, perangkat yang digunakan sebagai alat pengujian emisi dari Qashqai ini menjadi tidak berfungsi saat temperature mesin mencapai sekitar 35 derajat celcius. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu awal dicurigainya oleh tim penguji.

Dengan berhentinya mesin pereduksi tersebut, maka akan menyebabkan kadar emisi nitrogen oksida meningkat menjadi sangat tajam, sehingga membuatnya melanggar hukum udara bersih Korea Selatan.

Lalu sementara itu untuk pihak Nissan Korea Selatan menyampaikan bahwa pengaturan tersebut digunakan untuk melindungi mesin. Mekanisme yang dilakukan juga sangat jelas telah diatur dalam dokumen Nissan yang sebelumnya sudah di sampaikan kepada pembuat aturan di Korea Selatan ketika hendak menjual produkQashqai.

“Nissan tidak pernah keliru atau sengaja dalam memasang perangkat illegal” sanggah dari pihak Nissan.

Namun hingga sejauh ini penyelidikan masih tetap dilakukan, namun masih belum diketahui secara pasti apakah Nissan akan mematuhi tuntutan dari Pemerintah Korea Selatan dengan membayar denda dan mengumumkan recall terhadap sejumlah mobil yang diindikasikan terdampak kasus tersebut.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.