Cara Deteksi Kebocoran pada Mobil Bekas, Biar Tak Kena Tipu

Membeli mobil bekas merupakan solusi alternatif bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas. Namun demikian, membeli mobil bekas juga diperlukan ketelitian, jangan sampai malah mendapatkan kendaraan dengan segudang masalah.

Salah satu hal yang kerap tak diperhatikan konsumen mobil bekas adalah cairan pada mobil. Sebaiknya, periksalah lebih dahulu apakah terjadi kebocoran pada mobil bekas tersebut atau tidak. Cairan mobil adalah salah satu komponen yang sangat mudah rusak, padahal cairan mobil penting untuk menjaga umur mobil.

Dilansir Carthrottle, Rabu 3 Februari 2016, cara mendeteksi adanya kebocoran pada mobil atau tidak adalah dengan memeriksa kondisi radiator mobil. Biasanya, kebocoran sistem pendingin terjadi di radiator, selang, pompa air, dan balok mesin.

Perhatikan radiator pada mobil bekas incaran Anda. Apabila kondisinya basah dan berkarat, kemungkinan besar radiator tersebut bocor. Lihat pula warna dari cairan pendinginnya, kemudian perhatikan apakah ada bekas cairan yang berwarna sama di sekitar sistem pendingin atau di kolong mobil.

Anda juga bias mendeteksi kebocoran dengan menjalankan mobil, radiator yang bocor akan menyebabkan suhu mesin naik dan memanas.

Jika Anda menemukan warna oli mesin cokelat seperti susu, maka air radiator bocor dari dalam mesin.

Selain kebocoran cairan pendingin, Anda juga harus melihat apakah oli mesin mengalami kebocoran. Caranya adalah dengan memastikan kondisi mesin dingin dan dengan melihat banyaknya oli di dipstick.

Kebocoran oli juga akan ditandai dengan adanya debu pekat di tempat kebocorannya. Tetapi, Anda juga harus mewaspadai mesin yang bersih karena terkadang bekas kebocoran hanya hilang sesaat saja.

Jika Anda menemukan lapisan oli di knalpot mobil, itu artinya oli yang bocor masuk keruang bahan bakar. Hal tersebut harus menjadi perhatian Anda sebelum memutuskan membeli mobil bekas.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.