BMW Hentikan Penjualan Varian Baru di Amerika

bmw

Bintangotomotif.com – BMW putuskan hentikan jualan varian terbaru di Amerika hanya karena airbag. Kelas mewah dunia otomotif umumnya memang ditujukan untuk siapa saja yang memiliki banyak uang. Selain menawarkan kemewahan penampilan fisik, jaminan dengan berdasarkan nama baik yang telah dibangun juga menjadi pilihan yang memberikan kepastian untuk orang yang super sibuk. Asumsinya dengan membeli produk yang memiliki merk premium harusnya tidak akan ada lagi yang dipusingkan seperti masalah – masalah sepele yang sering dialami oleh mobil – mobil low budget. Misalkan saja kesalahan pabrikan, hanya saja saat ini asumsi hanya tinggal asumsi saja. BMW dikabarkan tidak akan lagi menjual mobil di negeri Paman Sam. Walaupun tidak seketika berhenti total, namun menurut kabar yang saat ini tengah beredar BMW akan menghentikan penjualan dari BMW 7-series terbarunya. Tentunya produk baru yang rencananya akan menjadi tonggak kesuksesan akan membunuh diri sendiri jika tidak dijual.

Varian yang dimaksud adalah varian terbaru 2016. Detailnya 740i dan 750i kedua memiliki dua varian yakni varian sedan dan xdrive sedan. Model ini sebenarnya sudah dikembangkan mulai tahun 2015 silam. Tepatnya antara bulan Juli 2015 hingga akhir desember 2015. Alasan mengapa BMW menghentikan penjualan di Amerika yakni karena Pemerintah Amerika tersebut telah memberikan lampu merah terhadap produknya tersebut. Pemerintah Amerika melalui National Highway Traffic Savety Administration telah memberikan ultimatum bahwa varian tersebut memiliki cacat pabrik dalam pembuatannya, tepatnya pada bagian airbag. Perangkat keamanan tersebut disinyalir memiliki kerusakan dari pabrikan pada bagian pengendalinya. akibatnya airbag ini malah dituduh menjadi penyebeab kecelakaan.

Tercatat oleh NHTSA tersebut, setidaknya kerugian mencapai 80 ribu dolar amerika serikat. Apabila dihitung dalam angka rupiah kurang lebih sekitar satu milyar. Kerugian ini adalah penghitungan kasar dari biaya kerugian konsumen yang mengalami luka dan kecelakaan akibat cacat pabrikan tersebut. Satu hal yang jelas, selain menghentikan penjualan atas produknya tersebut, BMW harus siap untuk melakukan recall sebanyak 6,110 unit mobil di daerah US. Hanya saja, BMW belum memberikan konfirmasi apakah produk terbaru mereka yang sudah terlanjur keluar dari negeri tersebut akan ikut mengalami recall. Kejadian ini memberikan informasi berarti, bahwa mobil premium sekalipun bisa saja mengalami cacat ketika proses produksi. ebagai informasi, airbag yang digunakan oleh BMW disuplai oleh Continental AG. Agaknya, produsen otomotif dunia beberapa tahun ini kekurangan kontrol terhadap kualitas sehingga hampir selalu melakukan recall. Bukan saja merugikan konsumen, biaya recall juga akan memengaruhi kesehatan keuangan perusahaan. Lalu bagaimana kelanjutan dari nasib BMW di amerika ? kita tuinggu saja kabar selanjutnya.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.