Bagaimana Jadinya jika Aturan Wajib Helm Dicabut?

Helem adalah salah satu perlengkapan yang sangat penting bagi pengendara bermotor ketika berkendara di jalan. Yang dapat mengurangi kerasnya benturan kepala terhadap benda keras ketika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Lalu bagai mana jadinya jika kewajiban atas pemakaian helm tersebut dicabut?

Sebagaimana yang telah terjadi di negara Amerika Serikat, yaitu jumlah kecelakanan bermotor yang disebabkan kurangnya pengaman yang digunakan para pengendara yaitu berupa helm terus meningkat sepanjang tahun. Bahkan pada saat ini sampai pada titik yang cukup menghawatirkan.

Sebagaimana laporan American Journal of Surgery yang telah diberitakan Autoevolution, pada hari Rabu 13 januari 2016 menyatakan bahwa tingkat kematian bermotor yang tanpa menggunakan helm itu didapatkan dari hesil penelitian yang dilakukan ketika mengunjungi sebuah rumah sakit di daerah Michigan. Sedangkan waktu penelitian tersebut membutuhkan waktu yang lamanya tuju bulan, serta dilaksanakan setelah dicabutnya perauran mengenai kewajiban mengngenakan helm ketika berkendara.

Pemerintah lokal Michigan serta beberpa negara bagian lainnya telah mencabut peraturan mengenai kewajiban mengngenai helm bagi pengendara bermotot ketika berkendara pada tahun 2012 silam. Yang mana isi peraturan baru tersebut menyatakan bagi pengendara bermotor yang sudah berusia 21 tahun keatas diperbolehkan tidak menggunakan helm ketika mengendarai kendaraan bermotor. Penariakan atas kewajiban menggunakan helm ketika berkendara berlaku bagi mereka yang sudah memenuhi persyaratan yang berupa telah memiliki SIM (surat izin mengemudi) serta telah memiliki pertanggungan asuransi sebesar US$20.000 atau jika dirupiahkan sebesar Rp 274 juta.

Pada laporan tersebut juga diberitakan bahwa pusat trauma rumah sakit telah mencatat mengenai kecelakaan bermotor serta dirawat di rumah sakit yang berfasilitas medis mengalami peningkatan sampai empat kali lipat. Bahkan sempat meningkat sampai 28 persen setelah aturan wajib menggunakan helm tersebut dihabut, dan 7 persen jika dibandingkan dari sebelum aturan tersebut dicabut.

Sedangkan angka kematian pemotor tanpa menggunakan helm mengalami kenaikan samapi tiga kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah saat aturan wajib menggunakan helm tersebut masih diwajibkan. Jumlah korban dirumah sakit yang kondisinya sangat sekarat mencapai 10 persen dari total keseluruhan korban kecelakaan yang tidak menggunakan helm. Pada hal jika dibandingkan pada bulan sebelumnya hanya mencapai 3 persen.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.