Apakah Benar Terjadi PHK Besar-Besaran di Industri Otomotif?

Belakangan ini tersebar kabar banyaknya pemutuhan hubungan kerja karyawan dibeberapa perusahaan industri otomotif. Mereka memutuskan hal tersebut dikarnakan menurunnya pejualan dipasaran. Sebagian isu terjadi PHK memang tidak benar, namun sebagiannya lagi benar terjadi PHK. Menurut kabar yang beredar salah satu perusahaan yang melakukan PHK secara masal yaitu PT Astra Honda Motor (AHM).

 

Keputusan pemutusan hubungan kerja secara masal tersebut dikarnakan penjualan yang menurun. Diyakini bahwa salah satu keputusan yang diambil oleh perusahaan ketika pasar mereka masih menurun yaitu melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya. Lantas benarkan AHM telah melakukan PHK secara masal?

 

“Kita AHM berpikir, market itu jangka panjang. Jadi ketika terjadi situasi menurunnya penjualan sepeda motor pada 2015-2016 ini, kita berkeyakinan bahwa itu hanya bersifat sementara saja. Karna untuk permintaan sepeda motor di Indonesia itu cukup besar. Cuman memang perekonomian menurun dikarnakan penjualan dipasaran turun,’’ kata Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM Margono.

 

‘’Tapi kami yakin bahwa itu hanya bersifat sementara. Jika sementara segala activity kita juga tidak akan delay. Kita menganggap karyawan juga salah satu asset yang penting. Pabrik juga kita tidak delay. Kita buka pabrik keempat itu pada akhir 2014, itu kita tidak menundanya. Ketika situasi penjualan menurun, produk tahun lalu masih banyak, kita tidak tunda. Orang (karyawan)? Enggak. Jumlahnya (karyawan) kita tidak kurang,” tambahnya.

 

Untuk jumlah karyawan AHM tahun ini dan tahun tahun sebelumnya juga sama saja masih tetap sekitaran 23 ribu.

 

‘’Jika memang ada karyawan kotrak yang keluar, itu kan proses yang normal saja, jika ada karyawan kotrak kemudian selesai dan di evaluasi, jika memang kurang produktif bagi kami, kita menggantinya. Itu normal, tidak usah 2015, 2014 itu ada karyawan kontrak yang keluar tapi tetap jalan,’’ tutur Margono.

 

Pabrikan Mitsubishi pun telah diisukan melakukan PHK untuk karyawan di PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM), menurut kabar yang beredar ada sekitar 200 karyawan telah di PHK. Namun baru-baru ini Mitsubishi telah menepis kabar tersebut dia menyatakan yang sesungguhnya terjadi adalah PT KRM telah melakukanEarly Retirement Program (ERP)  yang diberikan kepada karyawan hal ini bersifat suka rela tidak ada paksaan dari perusahaan.

 

Dengan melalui program ini para karyawan mendapat benefit yang baik dan berbeda dengan yang diberitakan sebelumnya. PT KRM mempekerjakan sekitar 1.800 orang karyawan. Dari jumlah ini, karyawan yang telah mengambil program ERP ini berjumlah sekitar 183 orang, sehingga saat ini total karyawan yang masih/tetap bekerja di PT KRM adalah sekitar 1.600 orang.

Perusahaan melakukan program ini dilatarbelakangi oleh penurunan permintaan kendaraan secara nasional.

“Kepada konsumen kendaraan Mitsubishi, informasi ini tentunya tidak mempengaruhi layanan penjualan dan purna jual yang prima dari Mitsubishi,” tulis Mitsubishi dalam pernyataannya.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.