3 Etika Menyalakan Lampu Mobil di Saat Musim Hujan

Keberadaan lapu pada mobil tidak semestinya hanya berfungsi sebagai alat penerangan ketika di malam hari, baik itu lampung yang berada di depan atau utama maupun lampu rem dan lampu sein. Namun keberadaan lampu tersebut sebgai sarana komunikasi antar pengendara di jalanan baik itu disiang hari maupun pada malam hari demi menjaga keamanan dan ketertiban dalam berkendara.

Oleh sebab itu jangan sapai salah menggunakan isyarat tersebut, sehingga malah apat mengakibatkan kecelakaan. Ada etika dan etitut yang harus diketahui sebelum menyalakan lampu tersebut.

Yang sangat disayangkan kebanyakan orang masih belum mengetahui akan peraturan hal tersebut sehingga mereka sangat sembrono dalam menggunakan lampu tersebut, mereka hanya mengetahui fungsi lampu utama dan lampu isyarat seperti sein kanan atau sein kiri hanya sebatas lampu penerang ketika berada dijalanan saja. Yang lebih parah lagi jika itu terjadi ketika hujan turun. Jarak pandang sudah terbatas dengan derasnya air hujan, dalam keadaan seperti ini hal yang sangat mempengaruhi kenyaman dan keamanan saat berkendara adalah kode lampu ketika berpapasan. Jika terjadi salah kode maka kecelakaan kemungkinan akan terjadi.

Pendapat peria yang menjadi salah satu tim pensehat pemilik mobil SUV, salah satu perbuatan yang mengancam keamanan ketika berkendara adalah ketidak sesuaian pengaplikasian lampu terutama ketika malam hari yang sedang terguyur hujan deras. Akan menyebabkan kecelakaan.

1. Penggunaan lampu dengan intensitas yang berlebihan.
Tidak sedikit orang yang dijumpai ketika berkendara menggunakan lampu cahayanya dengan tingkat cahaya yang berlebihan. Mungkin maksud dia agar jarak pandangnya menjadi lebih jelas sehingga dapat dengan jelas memantau kondisi sekelilingnya baik itu kondisi jalan yang berlubang atau tidak atau keberadaan kendaraan yang melintang dari arah depan.

Tetapi mereka hanya memandang sebelah mata tanpa memperhitungkan dampak yang mereka lakukan. Perlu diketahui bahwa jika semakin besar tingkat cahaya yang digunakan maka akan semakin menganggu bagi pengendara yang datang dari arah yang berlawanan, yang jadi permasalahan nya adalah jika terlalu besar cahaya yang di pakai maka akan membuat silaiu mata pengendara yang dari arah depan menjadi buram dan tidak jelas.

Jika diperhatikan bahwa dengan derasnya hujan saja sudah mengurangi jarak pandang, ditambah lagi dengan silaunya cahaya yang tinggi. Bagaimana tidak mungkin akan terjadi kecelakaan jika sudah seperti ini.

Satu hal lagi yang tidak kalah penting yaitu posisi sorotan cahaya diusahakan diatur agar tidak langsung kena wajah pengendara yang berada dari depan yang akan sangat membuatnya kacau dalam memandang.

2. Salah menggunakan lampu sein
Ada dua kesalahan ketika menyalakan lampu sein. Yang pertama yaitu tidak tepat dalam menyalakan lampu seinnya. Yaitu timeing dalam menyalakan lampunya tidak lama ketika ingn membelok, jadi tidak ada kesempatan bagi pengendara lain yang berada di belakang atau yang didepan untuk melakukan antisipasi dini. Sehingga mereka malah kebingungan yang akan membahayakan. Jangan juga menghidupkan lampu sein terlalu cepat padahal masih jauh. Karna hal itu membuat ragu bagi pengendara yang mau menyalip kendaraan anda.

Selain membuat jengkel pendara lain juga dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendara lain maupun baginya sendiri.

Kesalahan yang kedua adalah kesalahan yang sering dijumpaui yang sering dilakukan oleh orang yang lanjut usia atau orang yang masih dini belajar motor yaitu salah menghidupkan lampu sein, mau belok kekiri malah sein nya kekanan begitu sebaliknya. Hal ini sangat fatal sekali.

3. Salah menggunakan lampu hazard
Kesalahan dalam menghidupkan lampu harzat sering dijumpai ketika dalam kondisi hujan deras. Kebanyakan para pengemudi mobil langsung menghidupkan lampu harzad bertujuan untuk mengisasratkan bagi pengendara lain agar lebih berhathati. Pada hal yang demikian tidak dibenarkan ketika mobil tersebut ingin berbelok seharusnya menggunakan lampu sein namun jika menggunakan lampu hazard akan membuat bingung bagi pengendara lainnya.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.