Perlukah Sepeda Motor Lakukan Balancing?

Memiliki tunggangan yang terlihat sporti dan bersih adalah idaman bagi pemilik kendaraan beroda dua kali ini. Dengan berpenampilan sporti akan menambah rasa percaya diri ketika berkendara dijalanan. Mereka rela merogoh kantongnya demi untuk memodifikasi kendaraannya agar tampil lebih sporti, contohnya mengganti pelek biasa dengan pelek racing.

Kebanyakan pemilik sepeda motor saat ini terutama anak-anak muda lebih memilih untuk menggunakan pelek racing. Alasan mereka menggunakan pelek racing ini dikarnakan pelek racing terlihat lebih menarik dan sporti jika dibandingkan dengan pelek biasa lainnya.

Perlu diingat hal yang terpenting adalah kenyamanan dan keamanan, bukan penampilan. Memang pelek racing terlihat keren dan kokoh jika dipandang dari luar, akan tetapi pelek racing juga ternyata perlu dilakukan balancing.

Teknis Bengkel MY Auto di Duren Sawit, Jakarta Timur, Alva, menerangkan bahwa demi menjaga kenyamanan dan meningkatkan keamanan ketika berkendara maka pelek racing pada motor pelu juga balancing. Apa gunanya jika mengedepankan penampilan akan tetapi tidak aman.

“Balancing juga berfungsi menghilangkan getaran pada sepeda motor di kecepatan tertentu,” kata Alvan.

Alva juga menjelaskan ciri-ciri sepeda motor yang seperti apa yang harus dilakukan balancing, kondisi yang mengharuskan melakukan balancing adalah ketika motor sudah mengalami getaran pada kecepatan 80-100 km per Jam, dan pastinya motor tersebut sudah tidak stabil lagi.

“Misalkan di kecepatan 80 – 100 km per jam, motor bergetar dan tidak stabil, baiknya dilakukan balancing,” ujar dia.

Dia juga menganjurkan agar balancing dilakukan tiap tiga bulan sekali. Apabila sudah terasa bergetar sebelum masa tanggat, maka segeralah lakukan pengecekan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Perlukah Sepeda Motor Lakukan Balancing? | Kuncoro Mangunsubroto | 4.5