Motor Harus Turun Mesin, Komponen Apa yang Wajib Diganti?

Turun mesin masih menjadi masalah bagi para pengendara sepeda motor. Soalnya masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa jika motor harus turun mesin maka performanya tidak bisa kembali seperti awal.

Akan tetapi berbeda halnya jika yang melakukannya adalah seorang yang berpengalaman dengan cara yang standar, turun mesin juga menguntungkan. Soalnya dengan turun mesin, banyak komponen yang harus dibersihkan dan jika konponen itu rusak maka dapat diganti. Lalu komponen mesin yang mana saja yang harus diganti ketika sepeda motor mengalami turun mesin?

Menurut Muhammad Abidin, Menurut General Manager Aftersales and Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) ada beberapa komponen yang harus diganti ketika akan melakukan proses perbaikan motor.

Memang Ada beberapa komponen mesin yang harus diganti ketika proses bongkar pasang motor ketika mengalami turun mesin, komponen tersebut diantaranya adalah gasket atau packing cylinder head, cylinder body, bak kopling, dan oli mesin. Jika motor menggunakan air radiator, tambah air radiator seperlunya.

Dia menambahkan untuk motor yang mengalami turun mesin, sebenarnya tidak ada patorkan kilometre. Motor harus turun mesin akibat perawatan yang tidak sesuai denagn perawatan pabrikan. Akan tetapi jika motor tersebut mendapatkan perawatan yang rutin maka hal tersebut tidak bakal terjadi.
“Tidak ada standar jarak sepeda motor untuk turun mesin. Bahkan, saya memiliki motor lebih dari 100 Kilometer jaraknya, belum ada masalah. Jadi, tidak perlu bongkar mesin. Syaratnya hanya ikuti buku manual untuk perawatan berkala ganti oli setiap 3000 km dan perawatan rutin setiap 3 bulan sekali,” kata dia.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.