Ini Kabar Klakson “Om Telolet Om” Yang Pernah Viral

Beberapa minggu lalu telah viral di berbagai media social “Om Telolet Om”. Yaitu aksi meminta sopir bus untuk membunyikan klakson, hal ini menjadi sebuah tantangan di berbagai kalangan baik itu masyarakat biasa maupun di kalangan artis, sehingga “Om Telolet Om” menjadi trending topic di sejumlah social media.

Bahkan tidak di daerah Indonesia saja, melainkan dibeberapa manca Negara pun ikut meramaikan tantangan Om Telolet Om menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan ada yang sengaja membuatnya sendiri dikarnakan tidak tersedianya klakson tersebut di negaranya, tapi mengeluarkan irama yang serupa.

Maraknya pemberitaan bunyi klakson telolet membuat banyak pemilik took aksesoris laris manis. Salah satunya pemilik toko aksesori Alif Auto di lantai 5 Mega Glodok Kemayoran, Kemayoran, Jakarta. Ternyata fenomena tersebut menguntungkan di kalangan pedagang aksesoris, dan mereka memanfaatkannya.

Ternyata klakson tersebut merupakan klakson jenis lama bukan keluaran baru, seperti yang dikatakan seorang pemilik Alif Auto, Suryanto.

“Padahal itu klakson model lama loh. Pas booming, banyak mobil (pribadi) yang pasang klakson itu,” ujar Suryanto pemilik Alif Auto.

Menurut Suryanto, saat hangat menjadi perbincangan, dirinya sempat menjajakan klakson tersebut antara Rp 750-900 ribu. Bahkan ada juga beberapa toko yang membanderol klakson hingga jutaan. Lantas bagaimana penjualannya saat ini?

“Sekarang sudah tidak jual. Siapa yang mau pasang gituan. Lagian kalau mau pasang mau di mana? Bunyiinnya malu juga,” ucap Suryanto.

Suryanto mengatakan, para konsumen yang memasang klakson di tempatnya tidak menggunakan tombol klakson bawaan pabrikan yang berada di lingkar kemudi.Tetapi, dia membuat tombol baru. Tentu saja, hal ini dilakukan agar sewaktu-waktu konsumen yang bosan bisa melepasnya. Anda masih tertarik pasang klakson telolet?

Ini Kabar Klakson “Om Telolet Om” Yang Pernah Viral | Kuncoro Mangunsubroto | 4.5