Ini Dia Jadinya Kalau Gunakan Gearset Variasi

gearset

Bintangotomotif.com – Kalian para pecinta kendaraan roda dua pastinya seringkali merasakan kendataanya lelah dijalanan. Entah kecepatan yang tidak sesuai dengan yang di inginkan atau masalah apapun. sebenarnya hal tersebut juga bukan karena salah motornya. Pasalnya, standar pabrikan memang menempatkan spesifikasi motor pada kondisi terbaik di jalanan dan pemakaian secara umum. Alhasil, jika pengendara merupakan mental pembalap atau memiliki medan yang mendaki gunung dan lewati lembah, tentunya standar pabrikan sedikit banyak tak sesuai dengan kebutuhan. Tentu melihat ketidaknyamanan tersebut biasanya pemilik motor akan melakukan beberapa modifikasi baik yang ringan hingga ketingkat expert. Bisa dibilang memang solusi termudah adalah dengan mengorek ruang mesin untuk menambah volume ruang bakar. Namun tentunya jika kita mengoprek ruang mesin tentunya bisa menyebabkan mesin jebol sebelum waktunya. Ibaratnya keinginan tampil garang digantikan dengan motor yang tidak bisa jalan.

Untuk menghadapi keadaan itu, sebetulnya tidak butuh hingga membongkar ruangan mesin. Pasalnya, dengan prinsip fisika SMA, pemakai motor dengan rantai bisa tingkatkan kemampuan atau kecepatan kendaraan dengan gampang. Prinsip yang dipakai yaitu prinsip roda serta gigi. Seperti di ketahui, hubungan roda serta gigi pada system rantai mempunyai rasio sendiri. Dengan cara gampang, gigi sisi depan kendaraan bermotor mempunyai rasio lebih kecil daripada gigi yang belakang. Hal semacam ini menyebabkan pergantian kecepatan putaran mesin jadi torsi hingga kuat menahan beban kendaraan bermotor di jalanan. Nah, dengan hal tersebut, mengecilkan ukuran rasio gigi depan serta memperbesar rasio gigi belakang bakal menyebabkan motor mempunyai tenaga ekstra. Pastinya, hal semacam ini bakal menyebabkan motor alami penurunan kecepatannya lantaran sudah dirubah menjadi torsi.

Hal semacam ini berlangsung juga demikian sebaliknya, dengan jadi besar rasio gigi depan, serta mengecilkan rasio gigi roda belakang bakal memberikan kecepatan putaran mesin lebih penuh ke arah roda. Mengakibatkan, motor bisa melesat lebih cepat daripada standard gigi-nya. Tetapi, efek buruknya motor bakal kehilangan torsi bahkan juga tidak dapat mengangkat bobotnya sendiri. Dengan memodifikasi rasio gigi ini dapat menggunakan jumlah gear dengan perhitungan jumlah gigi. Karena sifatnya bukan standar, maka tentu perlu beberapa percobaan untuk mendapatkan hasil yang pas. Bukan tak mungkin, rantai motor perlu pemotongan atau penambahan karena jarak antar gigi menjadi berubah. Sehingga penggunaan teknik ini lebih baik diserahkan pada teknisi profesional dalam bidang roda dan gigi.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.