Ini Alasan Kenapa Tidak Boleh Geber-geber Mobil Diesel

Saat ini banyak para pabrikan mobil yang memproduksi produk mobil dengan dua jenis mesin yaitu mobil bertenaga diesel dan bensin. Akan tetapi untuk pasaran tertinggi masih diraih oleh mobil bensih, karna pengguna sudah banyak yang mengetahui luar dalamnya. Akan tetapi untuk mobil bertenaga diesel pasarannya dibawahnya karna hanya beberapa orang yang mengetahui.

Pada mobil bertenaga diesel system injeksinya terletak pada Nozzle Injector. Ketika mobil bensin dapat digerung-gerung sesukanya dan tidak ada efeknya, berbeda dengan mesin diesel. Mobil diesel digerung-gerung berakibat pada rusaknya nozzle injector.

Menurut mekanik Cibarusah Motor DI Bekasi, Obor, menjelaskan bahwa mobil bertenaga diesel dan yang bertenaga bensin memiliki perbedaan dalam pemakaiannya.

“Beda bahan bakarnya, beda juga dalam penggunaannya, jika mobil bermesin bensin boleh digerung-gerung. Berbeda halnya dengan mobil bermesin diesel. Ada bagusnya kalau karbon keluar tapi jika terlalu seing akan berbahaya, “kata obor.

Obor juga menjelaskan, apabila mobil diesel digerung terlalu sering, dampak negatif yang diakibatkan yaitu dapat meruak nozzle injector pada mesin diesel. “Akibatnya bisa jadi nozzle injektornya rusak, kan pengabutan bahan bakarnya kurang sempurna, dan membuat mampet,” ujar dia.

Selain itu juga obor menjelaskan jika mobil diesel sudah mengadopsi mesin  turbo, maka mesin turbonya tersebut akan terkena dampaknya juga.

“Akibat dari komponen nozzle injector rusak membuat mobil nantinya hanya meraung keras dan tak bertenaga saat pedal gas ditekan dalam. Dan juga, mobil serasa pincang, bergetar,” tutur dia.

Untuk biaya perbaikanya, menurut obor sangat beragam, tergantung mobil dan juga mesin diesel yang dianut. “Tergantung, misalkan untuk mobil Mitsubishi Pajero Diesel, bisa sampai Rp4 juta,” kata dia.

Ini Alasan Kenapa Tidak Boleh Geber-geber Mobil Diesel | Kuncoro Mangunsubroto | 4.5