Cara Aman Melewati Banjir Menggunakan Mobil

Hujan deras yang mengguyur pada akhirnya menciptakan genangan air yang tinggi sehingga dapat mengganggu aktifitas berkendara dilalulintas. Hal seperti ini tidak bisa dihindari karna sudah menjadi agenda musiman ketika musim penghujan datang terutama di daerah ibu kota.

Jika tidak ada alternatif jalan lain sehingga menuntut anda untuk melewatinya, mau bagaimana lagi anda harus nekat walaupun ada kemungkinan selamat akan tetapi probabilitas untuk terjadi kerusakan yang serius juga sama besarnya. Berikut ada beebrapa tips yang bisa anda lakukan ketika anda terjebak dalam situasi seperti ini.

1. Perhatikan seberapa tinggi genangan airnya

Jika semakin tinggi air yang menggenang itu artinya semakin besar pula risiko yang akan dihadapi. Karna kita belum tau pasti apakah pada genangan tersebut terdapat lubang yang besar bahkan sangat dalam. Bersabarlah terlebih dahulu perhatikan jika anda kendaraan lain yang serupa untuk melewati genangan tersebut. Jika sudah mengamatinya maka pilihlah genangan yang paling dangkal yang bebas dari hambatan seperti polisi tidur dan kerusakan jalan lainnya. Kurangi kecepatan mobil ketika melewati genangan tersebut.

2. Putaran mesin rendah

Jika anda pernah mendengar mitos bahwa untuk menghindari masuknya genangan air kedalam kenalpot atau menghindari matinya mesin itu dengan cara mesin harus dalam putaran tinggi, hal tersebut tidak benar, karna memperbesar daya isap udara dari mesin dan makin memungkinkan air mask ke dalam mesin. Sehingga dapat mengakibatkan hammer dan mesin pun berkarat. Jalankan putaran mesin dikisaran 1.5000 – 2.000 rpm. Jika memang air tetap masuk akan tetapi kerusakan yang akan terjadi bisa lebih diminimalkan dibanding memakai putaran tinggi.

3. Ikuti gelombang

Ketika melawati banjir tentunya bagian depan mobil akan mendorong genangan air sehingga menciptakan gelombang. Gelombang ini akan bergerak maju searah serta dengan kecepatan tertentu dan meninggalkan celah air lebih dangkal di belakangnya. Ikutilah dari belakang gelombang tersbut, karna hal ini merupakan momentum mobil supaya kecepatan mobil dengan gelombang sama. Sehingga anda melintasi banjir tersebut terasa lebih dangkal.

4. Jangan setengah kopling

Usahakan untuk melepas injakan pada pedal kompling ketika melewati banjir. Biarkan plat kopling saling menempel erat dan melajukan mobil secara konstan. Sebab terlalu sering menggunakan setengah kopling hanya memperbesar kemungkinan kopling terbakar dan menaikkan putaran mesin. Kedua hal itu akan sangat merugikan di tengah banjir.
5. Ketika darurat segera matikan mesin

Terkadang salah perhitungan itu akan terjadi, ketika kita sudah mengikuti prosedur yang diatas ternyata ketika sudah ditengah-tengah genangan terdapat lubang sehingga memuat mobil terendam lebih tinggi. Jangan panik, rasakan jika mobil anda masih bisa untuk diteruskan atau sudah mulai kegeser karna terapung oleh air.

Akan tetapi ketika air sudah melampui saluran masuk udara ke mesin atau bahkan ke ka mesin, langsung matikan mesin mobil, atau juga anda merasakan ada tanda-tanda mesin kemasukan air dan sudah merebet akan mati. Jika anda mematikan mesin lebih awal, artinya anda telah menghindari terhadinya resiko water hammer.

6.Keringkan rem

Ketika usai melewati genangan banjir tadi, pastinya akan membuat basah piringan rem sehingga membuat berkurangnya fungsi rem, sehingga akan berdampak pada daya pengereman. Perlambat laju kendaraan anda seusai melewati genangan air, bersihkan terlebih dahulu dengan cara menginjak rem sedikit-demi sedikir beriringan dengan menginjak pedal gas, lakukan hal ini selama 20 detik atau lebih, cek kembali denga mengerem secara normal, jika fungsi rem belum normal maka lakukan sampai rem kembali normal.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.