Bolehkah Radiator Motor Dicuci?‎

Ketika musim hujan tiba akan sulit untuk tetap menjaga mobil dalam kondisi yang selalu bersih, terlebih lagi yang tinggal didaerah pedesaan yang kebanyakan jalannya masih tanah. Tidak hanya mengotori body saja, melainkan pada bagian kolong sepeda motor juga malah semakin tebal kotoran yang menempel.

Untuk jenis motor yang dilengkapi dengan radiator, tentunya komponen ini tidak bisa lepas dari cipratan kotoran ketika melintasi jalan yang becek. Kemudian muncullah pertanyaan, apakan radiator boleh dicuci?

Menurut pemilik bengkel Setia Motor (SM) Ronald Johanson Pakpahan, membersihkan radiator terkhusus pada bagian kisi-kisi merupakan hal yang penting. Soalnya, posisi radiator dirancang tepat dibelakanga ban depan. Dan hasilnya, radiator lebih mudah terkena cipratan air yang mengandung kotoran ketika melewati jalanan yang tergenang air.

Dengan dicuci kisi-kisinya, maka kotoran yang menempel jadi hilang. Dengan begitu radiator akan kena angin dan mesin jadi tetap dingin, karena angin bisa masuk tanpa terhambat,” ujar Ronald pemilik bengkel yang terletak di Jalan Raya Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.

Berbeda halnya jika membiarkan kotoran menempel tebal pada kisi-kisi roadiator maka hal tersebut akan membuat radiator harus bekerja lebih keras lagi untuk menjaga suhu kendaraan.

Pria ramah yang akrab disapa Lae SM itu juga menegaskan jika radiator minim terkena aliran udara, maka bukan tidak mungkin air dalam radiator akan mudah panas.‎

“Kalau sudah seperti itu bisa berimbas pada tenaga yang berkurang. Jadi harus rajin-rajin dicuci kalau hujan seperti ini biar bersih,” tutupnya.

Kendati demikian, dalam pencucian radiator ini sebaiknya tidak menggunakan air bertekanan tinggi karena berpotensi merusak kisi-kisi.

Bolehkah Radiator Motor Dicuci?‎ | Kuncoro Mangunsubroto | 4.5