Awas Jangan Terlalu Kencangkan Baut Ban, Ini Bahayanya

Ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan ketika berkendara. Jika salah satu ban tersebut mengalami kendala kurang angina misalnya atau bahkan bocor pasti membuat para pengendara kerepotan. Ternate ada hal yang perlu diperhatikan pada ban mobil yang kurang angin atau bocor.

Mungkin selama ini kebanyakan orang bahkan diri kita sendiri beranggapan bahwa, demi menjaga ban agar tidak lepas ketika ban kempis adalah dengan mengencangkan baut. Ternyata mengencangkan baut pada saat mengganti ban bocor memerlukan perhitungan yang tepat. Seperti ulasan diatas dengan alasan takut terlepas sehingga pengendara mengencangkan baut pada velg ban dengan sangat keras.

Hal demikian terhanya malah sangat berbahaya dan merugikan, soalnya pengencangan yang terlalu keras akan menyebabkan batang baut yang tertanam di wheel hub mengalami stres cukup tinggi.

Karna ketika baut ketika baut itu dipasangkan akan mengalami perenggangan, sedangkan jika baut tersebut dikencangkan terlalu over maka perenggangan tersebut malah akan mengubah struktru batang baut hingga mencapai titik tertinggi.

Sehingga yang diakibatkan adalah ketika mobil berjalan tekanan yang dihasilkan malah semakin menekan batang baut dan berisiko menjadi patah.

“Sebaiknya jangan diinjak saat mengencangkan baut ban. Soalnya, kalau terlalu keras memasang bautnya, tingkat stresnya akan tinggi saat berjalan. Dan itu berbahaya,” ucap Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi.

Risiko yang disebabkan dari pengencangan baut malah lebih berbahaya, selain risiko ban terlepas karena batang baut yang patah, beberapa kerusakan lainnya pun dapat terjadi. Seperti ulir batang baut yang menjadi aus, sehingga menyulitkan Anda untuk mengganti ban ketika mengalami kebocoran kembali.

Awas Jangan Terlalu Kencangkan Baut Ban, Ini Bahayanya | Kuncoro Mangunsubroto | 4.5