5 Hal Yang Perlu DIwaspadai Ketika Membeli Kredit Motor

Selalu dihadangkan dengan kemacatan yang begitu menyita waktu membuat masyarakat untuk memiliki kendaraan sepeda motor. Dikarnakan dana yang belum mencukupi dan didesak dengan kebutuhan yang menuntut harus memiliki, maka kebanyakan masyarakat mengambilnya dengan cara kredit. Disinilah banyak penawaran yang menggiurkan baik itu dari lembaga keuangan maupun pihak showroom. Ada beberapa kesalahan-kesalah yang harus anda hindari ketika mengkredit motor, berikut penjelasannya,

1. Membeli Untuk Ajang Pamer

Jika anda membeli sepeda motor keluaran terbaru dengan tujuan untuk dipamerkan ke lingkungan anda tinggal, sebaiknya urungkan niat anda tersebut. Yang seharusnya menjadi alasan anda membeli motor adalah untuk menunjang kebutuhan anda sehari-hari, bukan sebagai ajang pamer yang memuaskan pihak lain. Jika diamati mengambil sepeda motor secara kredit itu jumlahnya sangat besar.

2. Membeli Motor Disaat Utang Menumpuk

Jangan sampai anda mengajukan kredit motor ketika masih memiliki untang seperti cicilan tagihan kartu kredit (KPR) yang menumpuk hingga angsuran KTA. Jika anda memaksakan diri justru malah akan memperburuk kondisi finansial anda sendiri. Idealnya utang ada tidak boleh lebih dari 30 persen dari penghasilan sebulan. Alangkah baiknya menyesuaikan dengan gaji dan utang setiap bulan.

Seandainya gaji Anda Rp 5 juta dan setiap bulan harus membayar tagihan kartu kredit beserta angsuran KTA setiap bulannya yang menghabiskan 40 persen dari gaji yakni sekitar Rp 2 juta maka Anda hanya menyisakan penghasilan bersih Rp 3 juta. Belum lagi untuk kebutuhan pokok/bulan yang mencapai Rp 1 juta.
Kondisi seperti ini alngkah baiknya mengajukan kredit motor dengan DP maksimal satu juta. Bertujuan agar penghasilan perbulannya tidak selalu habis, serta pilihlah motor yang sesuai dengan bujet.

3. Membili Motor Dengan Uang Muka Minim dan Cicilan Jangka Panjang

Semakin panjang jangka waktu cicilan maka semakin besar pula Bungan yang harus dibanyarkan, begitu pula dengan memberikan uang muka yang rendah. Umumnya diindonesia, uang untuk kredit motor dibayar 20 persen dari harga jual.

Saat ini begitu banyak pihak perusahaan leasing motor yang memberikan tawaran kredit dengan Dp cicilan yang cukup rendah. Jika dicermati harga yang menggiurkan tersebut malah justru akan merugikan anda di kemudian hari jika anda tidak cermat dalam menghitung besarnya cicilan dan waktu pelunasan kredit motor anda.

4. Membeli motor dengan leasing abal-abal

Agar mempermudah kredit motor Anda, carilah perusahaan yang tergabung dalam anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Secara umum, perusahaan leasing haruslah memiliki izin pendirian dan operasional. Selain itu, salah satu ciri lain dari lembaga leasing yang dapat dipercaya adalah memiliki banyak cabang dan tersebar ke berbagai kota, termasuk kota domisili Anda.

5. Membeli motor tanpa kejelasan pemberian BPKB dan asuransi

Pilihlah leasing yang bertanggung jawab terhadap BPKB dan asuransi motor Anda. Sehingga saat lunas, BPKB bisa langsung diambil, tidak ada yang namanya BPKB Anda dijadikan jaminan oleh leasing ke bank lain. Pastikan asuransi bisa menjaga Anda selama kredit motor, menjamin setiap masalah yang terjadi pada motor Anda selama kredit dan proses klaim yang mudah.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Ruangan komen telah ditutup.